400 Siswa Terima Surat Peringatan karena Jadi Perokok Aktif

63
0
SHARE
400 Siswa Terima Surat Peringatan karena Jadi Perokok Aktif
400 Siswa Terima Surat Peringatan karena Jadi Perokok Aktif

BHARATANEWS.ID | KESEHATAN – Bupati Purwakarta kembali mengeluarkan kebijakan di lingkungan dinas Pendidikan Purwakarta dalam rangka menciptakan generasi penerus yang berkualitas.

Sebelumnya, Pemkab Purwakarta mengeluarkan edaran pelarangan dan sanksi bagi pelajar jika membawa kendaraan bermotor ke sekolah. Kini, Pemkab Purwakarta bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga serta Dinas Kesehatan untuk menaruh perhatian lebih kepada kaum pelajar dengan melakukan pemeriksaan siswa yang diketahui menjadi perokok aktif dari hasil pemeriksaan sebelumnya.

Bertempat di SMKN I Purwakarta Jalan Raya Maracang-Curug, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi memimpinlangsung pemeriksaan terhadap 800 orang siswa perokok aktif.

Petugas dari Dinas Kesehatan terlihat memeriksa gigi dan mulut pelajar perokok tersebut untuk diketahui apakah pelajar itu sudah menghentikan kebiasaan merokoknya atau tidak.

Melalui pemeriksaan gigi dan mulut, dapat ditemukan zat nikotin dan zat lain dalam rokok yang masih tersisa pada bagian gigi dan mulut mereka.

Di sela-sela kegiatan, Dedi menegaskan, apabila siswa yang sebelumnya sudah diketahui merokok secara aktif tetapi belum menghentikan kebiasaannya, pihaknya tidak akan segan untuk memberikan Surat Peringatan I.

“Sebelum ini kami periksa 2.000 siswa, dari jumlah itu, ada 800 siswa menjadi perokok aktif. Hari ini dari 800 siswa itu ternyata 400 siswa masih merokok secara aktif jadi kami langsung memberikan surat peringatan kepada mereka,” kata Dedi..

Selain surat, ada sanksi lain yang siap diterapkan ketika pelajar tetap ‘keukeuh’ dengan kebiasaan merokoknya. Menurut Bupati yang selalu mengenakan pakaian khas Sunda itu, sanksi berupa pemotongan nilai raport akan dialami oleh siswa ketika membandel.

“Bulan Desember nanti kami akan memeriksa kembali, kalau tidak berubah juga, nilai setiap mata pelajaran di raport mereka akan hilang sebanyak 2 poin. Kalau ulangan dapat 7, di buku raport akan ditulis 5 jika anak itu tidak mengindahkan surat peringatan,” katanya.

Melalui pemeriksaan rutin ini Dedi berharap tingkat kedisiplinan pelajar di Purwakarta dapat lebih meningkat. Menurut dia ini penting untuk menekan jumlah pelajar perokok aktif di semua tingkatan sekolah di wilayahnya.

“Ini pembelajaran saja agar mereka disiplin. Di samping tidak bagus untuk kesehatan, merokok juga merusak tatanan ekonomi keluarga. Apalagi kalau keluarganya tidak mampu, bisa lebih repot,” ujarnya.

Pemeriksaan gigi dan mulut itu rutin digelar oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta dengan cara mendatangi langsung sebanyak 82 SMA/SMK dengan total 29.403 siswa baik negeri maupun swasta tanpa pemberitahuan sebelumnya untuk menghindari kebocoran informasi.

(www.pikiran-rakyat.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here