Sindikat Penyalur TKI Sembunyi di Center Point Bekasi

116
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BEKASI – Tiga dari lima penyalur Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal ditangkap polisi di Apartemen Centre Point Tower A dan C, Kelurahan Kayuringin, Bekasi Selatan. Pelaku berinsial A (35), N (37), dan NA (40). Dua lainnya, R dan S melarikan diri.

Ketiganya dibawa penyidik ke Polresta Bekasi Kota untuk diinterogasi. Sedangkan delapan calon TKI masih diperiksa polisi sebagai saksi.

Dari para pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa 20 paspor, 4 KK, dua buku tabungan Bank Mandiri Syariah dan BNI, tiga ponsel milik tersangka.

Kapolresta Bekasi kota Kombes Pol Umar S Fana mengungkapkan, para pelaku ditangkap di apartemen Center Point. R diduga sebagai sponsor TKI dan S berperan sebagai pembuat dokumen seperti KTP, KK, Paspor, dan akta kelahiran para calon TKI.

“Tiga pelaku sudah ditangkap dan dua masih dalam pengejaran,” kata Umar, Jumat (19/8/2016).

Terungkapnya kasus ini, bermula dari laporan penghuni apartemen yang mencurigai salah satu kamar di dua Tower A dan C yang selalu didatangi wanita-wanita dalam jumlah banyak dan menjadi tempat singgah.

Laporan yang diterima langsung ditindak lanjuti anggota dengan melakukan penyelidikan. Saat diselidiki terdapat delapan wanita di dua unit apartemen tersebut.
Setelah dilakukan pengerebekan delapan wanita tersebut mengaku sebagai calon TKI yang akan diberangkatkan ke Cina dalam waktu dekat.

“Setelah diselidiki anggota ternyata benar laporan masyarakat. Dan dilakukan pengerebekan ternyata mereka ini calon TKI yang akan diberangkatkan ke Cina,” tutur Umar.

Saat penangkapan, sambung Umar, sponsor sedang tidak berada di lokasi. Anggotanya lalu meminta salah satu calon TKI untuk menelepon agar datang ke apartemen. Setelah ketiga pelaku datang langsung dilakukan penangkapan.

“Awalnya yang ada di kamar hanya calon TKI. Kemudian kami pancing agar sponsor atau pelaku ini segera datang ke apartemen, setelah mereka datang, anggota melakukan penangkapan,” ujar Umar

Di saat bersamaan, Kasat Reskrim Kompol Rajiman menjelaskan dari keterangan pelaku yang ditahan, sudah menjalankan aksinya sejak Mei 2016. Dalam kurun waktu tersebut mereka sudah memberangkatkan TKI sebanyak 17 orang ke berbagai negara.

Kedua pelaku yang belum tertangkap ini, kata Rajiman, mempunyai tugas masing-masing yakni R melakukan perekrutan calon TKI ke daerah-daerah. Dan calon TKI yang tergiur janji sponsor ini datang sendiri ke apartemen dengan membawa paspor.

“R bertugas mencari calon TKI ke daerah-daerah. Setelah ada peminatnya mereka datang sendiri ke apartemen dengan membawa paspor saja, keperluan lainnya dibuat di sini,” ujar Rajiman.

Dan pelaku S yang melengkapi dokumennya dengan cara dipalsukan seperti  KTP, KK, dan akta kelahiran palsu. Untuk menganti biaya calon TKI tidak dikenakan biaya apapun. Tapi saat sudah bekerja gaji akan dipotong sebesar 1.000 yuan atau Rp2 juta selama enam bulan. Untuk memudahkan pemotongan gaji pelaku bekerjasama dengan agen di Tiongkok bernama Linda.

“Nggak dipungut biaya apapun tapi potong gaji selama enam bulan dengan bantuan seseorang bernama Linda,” pungkas Rajiman. (dat)

(pojoksatu.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here