Penyediaan Mobil Siaga di Kabupaten Bogor Tak Dirasakan Sepenuhnya oleh Warga

79
0
SHARE

BHARATANEWS.ID |  BOGOR – Penyediaan mobil siaga desa ternyata belum dirasakan sepenuhnya oleh warga Desa Tajur. Sebaliknya, warga malah terbebani. Sebab, pemerintah desa setempat mematok tarif kepada warga yang ingin menggunakan mobil siaga.

Seperti yang diutarakan Junaidi (45), warga Kampung Bolang, Desa Tajur. Menurut dia, untuk setiap kali antar warga diminta Rp300 ribu oleh pemerintah desa dengan alasan sebagai pengganti uang bensin.

Kalau untuk bensin kok segitu mahal. Padahal saya butuh untuk antar ke rumah sakit,” kata dia.

Senada dikatakan Cecep (37). Ia sangat kecewa dengan pemerintah desa.

“ Saya pernah mau pinjam, tapi ditanya punya uang atau tidak?. Alasannya tidak ada bensin,” tukasnya.

Padahal, mobil siaga Desa Tajur merupakan bantuan dari Pemkab Bogor serta salah satu perusahaan swasta yang ada di Citeureup

Kalau saya punya uang pasti saya beri. Nyatanya, kondisi saya saat itu sedang tidak punya uang karena habis untuk bolak-balik kerumah sakit,” tuturnya.

Sementara, Kepala Desa Tajur, Aja Sukarja membantah jika pihaknya meminta bayaran untuk penggunaan mobil siaga

Kalau ada yang mau kasih bensin kami terima. Kami tidak pernah patok,” tuturnya.

Ia juga menegaskan, kalau ada permintaan uang dari oknum staf desa, itu bukan atas instruksinya.

“Kalau perawatan, seperti ganti oli kami masukan dalam APBDes. Kalau bensin tidak. Jadi wajar kalau ada yang kasih tarif dengan tidak memaksa,” tuturnya

(pojoksatu.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here