Penumpang Tak Masalah Dengan Kenaikan Tarif KRL

103
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | JAKARTA – Belakangan ini dikabarkan akan terjadi kenaikan tarif kereta rel listrik (KRL). Namun kenaikan tersebut masih direncanakan. Tarif KRL akan naik sebesar Rp 1.000 per 1 Oktober. Kenaikan tarif KRL tersebut masih dianggap wajar oleh sebagian pengguna KRL.

Hal tersebut dirasa wajar, karena pelayanan dari KRL sejauh ini dianggap sedikit demi sedikit membaik. Salah satu pengguna KRL bernama Dani, menilai kenaikan tarif tersebut dirasa sudah tepat. Ia menilai bahwa fasilitas KRL sudah semakin membaik.

“Harusnya sudah tepat, fasilitasnya sudah bagus, misalnya kereta sudah bersih, penambahan gerbong,” kata Dani kepada awak media di Jakarta, Jumat (19/8/2016).

Kenaikan tarif KRL tersebut dinilai masih terjangkau oleh pengguna KRL dengan relasi jauh, salah satunya Bogor-Jakarta. Ia membandingkan tarif dari Bogor ke Jakarta dengan menggunakan bus dan KRL. Bila naik bus, ongkosnya bisa mencapai Rp 15.000 hanya untu sekali perjalanan.

Sementara itu, naik KRL dari Bogor ke Jakarta hanya perlu menyiapkan dana Rp 5.000 saja. Walau begitu, Dani tak menampik bahwa penumpang masih harus berdesak-desakan saat naik KRL pada jam-jam sibuk. “Orang masih mau desak-desakan dengan efisiennya kereta,” kata Dani.

Sependapat dengan Dani, salah satu penumpang lainnya yang bernama Arif mengaku tak keberatan akan rencana kenaikan tarif KRL ini. Menurut dia, perjalanan dengan KRL kini lebih manusiawi dibandingkan dengan beberapa tahun lalu. “Saya merasa sudah nyaman dengan naik KRL sekarang, jadi enggak terlalu keberatan,” ujar Arif.

(sisidunia.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here