Bima Arya Penentu Dirut PDAM Definitif

70
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGORĀ – Badan Pengawasan (BP) dan Pemkot Bogor segera membentuk tim panitia seleksi untuk memilih Dirut PDAM Tirta Pakuan definitif. Saat ini, posisi tersebut dipegang oleh Pejabat Sementara (Pjs) Deni Surya Sanjaya yang juga menjabat Direktur Umum.

Masa jabatan Deni Surya Sanjaya sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor akan berakhir September 2016 mendatang. Dia masih berpeluang menjabat dirut definitif asalkan mendapat persetujuan Wali Kota Bogor Bima Arya.

Deni ditunjuk menjadi Pjs Dirut PDAM Tirta Pakuan pada 1 Maret 2016 oleh Bima Arya. Langkah itu diambil setelah Wali Kota Bogor memecat dirut sebelumnya Untung Kurniadi berdasarkan aspirasi para karyawan dan pertimbangan lainnya.

Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman mengatakan, pihaknya akan segera membentuk pansel direksi PDAM Kota Bogor. Namun langkah tersebut masih menunggu peraturan wali kota (perwal) yang akan disahkan terkait restrukturisasi PDAM Kota Bogor.

“Mudah-mudahan secepatnya Wali Kota Bogor Bima Arya menandatangi perwal itu. Saya sudah merumuskannya dengan Bagian Ekonomi serta Bagian Hukum. Intinya langkah-langkah perusahaan harus berpihak kepada pelanggan dan karyawan,” ungkap Usmar kepada INILAH, Jumat (19/8).

Usmar melanjutkan, dalam regulasi nanti, Japro untuk karyawan lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu mengatur masalah komposisi direksi yang sudah dibicarakan sebelumnya dengan BP.

“Rencananya akan ada reorganisasi BP dahulu karena dalam perwali lama, posisi BP lebih banyak dari unsur luar dibandingkan unsur dalam. Inikan milik Pemerintah Kota Bogor, maka unsur dalam harus dominan. Warisan dahulu, 3 dari 5 anggota BP berasal dari unsur luar. Saat ini akan dibalik komposisinya,” tambahnya.

Usmar mengaku, sudah melihat berkas peraturan tersebut yang tinggal menunggu tanda tangan Wali Kota Bogor. Terkait penambahan direksi, prusahaan berhak menambah 1 direksi kalau sudah memiliki 100 ribu pelanggan lebih.

“Harus ada job khusus direksi yang baru yang sesuai fungsi PDAM yaitu direktur pengolahan air domestic. Perdanya yang sedang digodok di DPRD Kota Bogor. Perda itu mudah-mudah secepatnya selesai,” katanya.

Politisi Partai Demokrat ini menjelaskan, direktur saat ini ataupun jajaran direksi bisa ditetapkan berdasarkan hak Wali Kota Bogor. Tinggal Wali Kota menetapkan dahulu BP dan nantinya bisa dibuat pansel.

“Kalau rekomendasi BP bisa dibuat pansel atau langsung ditetapkan melalui pertimbangan BP bersama Wali Kota Bogor. Jadi memungkinkan Pjs saat ini menjadi definitif,” tuntas Usmar.

(inilahkoran.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here