Aksi Demo Driver Gojek Protes Tarif Berlangsung Rusuh Di Surabaya !

351
0
SHARE

Bharatanews.id kebijakan dari PT Gojek Indonesia yang menurunkan tarif perkilometer dari Rp 2.500 menjadi Rp 2.000, ternyata tidak di siskapi dengan baik oleh para pengedar Gojek. Para Driver Gojek ternyata tidak mau jika kebijakan tersebut di terapkan, untuk itulah akhirnya ratusan pengendara Gojek melakukan aksi demonstrasi di halaman gedung DPRD Surabaya, pada Kamis 18 Agustus 2016 kemarin. Aksi demonstrasi para pengendara Goejk tersebut berakhir ricuh.

Demonstrasi Gojek di depan gedung dewan semula berjalan lancar dan tertib. Namun demonstrasi menjadi ricuh lantaran kesal melihat sejumlah teman seperjuangannya yang masih bekerja. Sedangkan lainnya demonstrasi dengan tidak beroperasi.

Pada saat demo berlangsung, sejumlah pengendara Gojek melihat ada dua temannya yang beroperasi dengan melewati jalan di depan Gedung DPRD Surabaya. Mendapati hal itu, mereka langsung menghentikanya. Setelah itu, mereka memukuli dua pengendara Gojek.

Dua orang yang dihajar ini sempat berontak, namun massa Gojek yang menghakimi lebih banyak.

“Saya salahnya apa, tadi saya ikut kumpul di Jalan Tidar (Tempat Kantor Cabang Gojek Surabaya) untuk ikut demo. Kenapa saya dipukul?” kata pengendara dan korban pemukulan yang enggan disebut namanya.

Aksi demo tersebut tidak berlangsung lama karena polisi berhasil mengamankan dua orang yang dihakimi massa. Setelah itu, keduanya diamankan ke lokasi yang aman.

Koordinator pengendara gojek Handoko mengatakan aksi ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap sikap PT GI yang menurunkan tarif per Kilometer (Km) dari Rp2.500 menjadi Rp2.000.

“Kami merasa dirugikan dengan kebijakan baru ini. Pendapatan kami semakin menurun,” katanya.

Dia menjelaskan perkilometer Rp2.000 itu tidak cukup untuk operasional setiap hari, apalagi untuk kebutuhan pribadi dan keluarga. Menurutnya, untuk membeli rokok dan makan pun kurang.

“Belum lagi nanti bensin dan perawatan ikut siapa. Toh perusahaan juga tidak memberikan fasilitas selama ini,” katanya.

Selain itu, kata Handoko, pihaknya juga meminta PT GI untuk menghapus semua sistem Performa yang mempengaruhi sistem bonus.

“Sudah tarif diturunkan, sistem bonus diubah. Sistem kerja kami juga tidak jelas. Seharusnya ini menjadi perhatian, jangan jadikan kami hanya budak semata. Kami juga punya keluarga,” jelasnya.

Handoko juga berharap, semoga saja pihak DPRD Kota Surabaya bisa mejadi teman curhat yang baik dan juga biusa memahami setiap keluhan dari driver gojek. Bukan hanay itu Handoko juga magatakan dia meminta agar anggota DPRD bisa menjadi sebuah jembatan untuk menjadi pahlawan bagi para gojek ini.

sumber smeaker.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here