Soal Konversi Angkot ke Bus, Pemkot Bandung Kaji Berbagai Opsi

82
0
SHARE
angkot

BHARATANEWS.ID | BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung terus mengkaji dua opsi yang akan dilakukan sebagai bagian dari rencana konversi angkutan kota ke bus. Kedua pilihan itu adalah Pemkot Bandung melakukan pembelian langsung unit angkot atau memberikan subsidi kepada para pengemudi angkutan kota.

Menurut Wali Kota Ridwan Kamil, Pemkot Bandung bakal mengkaji kedua opsi. Yang akan dipilih adalah opsi yang memberikan manfaat paling cepat dan memberikan perubahan paling signifikan. “Dua-duanya kita lakukan. Mana yang lebih bagus ditambah, yang satu lagi dikurangi,” ujarnya, kemarin.

Program konversi angkot ke bus sudah menjadi wacana selama bertahun-tahun sebagai bagian dari revitalisasi angkutan publik. Mulanya Pemkot cenderung mengambil opsi pembelian langsung unit-unit angkot untuk kemudian menggantinya menjadi bus ukuran sedang. Proporsi yang diajukan adalah tiga unit angkot berbanding satu unit bus. Namun, kemudian muncul opsi pemberian subsidi. Biaya untuk pembelian dialihkan untuk subsidi.

Ridwan belum menyerah atas opsi pembelian unit angkot oleh pemkot. Ia bakal mengkaji aturan tentang pembelian barang ini. Ia yakin kedua opsi bisa berjalan berbarengan. “Ada opini seolah-olah beli barang bekas gak boleh. Namun, dulu kita beli kapal laut bekas dari Jerman Timur. Masak itu boleh ini gak boleh. Ini yang mau dicek dulu,” katanya

Ridwan menyatakan, langkah terpenting saat ini adalah sosialisasi status angkot yang semestinya tidak boleh dimiliki oleh pribadi. Pemiliknya haruslah badan hukum dan oritentasinya pelayanan publik. “Proses migrasi ke sistem transportasi seperti ini akan dilakukan dalam 6-8 bulan ke depan. Tidak boleh angkot dikelola pribadi. Kalau sosialisasi ini lancar, baru kita bicara konversi,” tutur Ridwan.

Masalah transportasi, diakui Ridwan, merupakan salah satu persoalan terberat yang ia hadapi selama menjabat sebagai Wali Kota. Ia mengungkapkan hal itu dalam beberapa kesempatan. “Teori transportasi banyak sekali. Saya khawatir kalau terlalu berwacana nanti gak jadi-jadi juga,” katanya.***

(pikiran-rakyat.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here