Sekolah Baru di Bekasi Sepi Peminat

92
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BEKASI – Sebanyak 13 sekolah negeri yang baru dibentuk di Kota Bekasi sepi peminat pada tahun ajaran 2016/2017. Pasalnya jumlah kursi kosong dari 13 sekolah tersebut mencapai 600 kursi.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi, Agus Enap mengatakan, jumlah kursi yang kosong itu dari sekolah tingkat SMP hingga SMA dan SMK. Adapun penyebabnya karena peserta didik baru tidak mendaftar ulang ke sekolah setempat dengan berbagai alasan.

“Alasan yang paling banyak diucapkan peserta didik karena lokasinya cukup jauh dari rumah atau lebih memilih ikut orangtua ke daerah lain. Bahkan ada beberapa yang bilang karena sekolahnya belum ada gedung,” kata Agus pada Kamis (18/8).

Agus mengakui, sekolah yang baru dibentuk itu belum memiliki bangunan. Artinya, bangunannya masih menumpang dengan sekolah lain dan administrasinya juga demikian. Contohnya, pada tahun lalu SMA Negeri 18 masih menginduk ke SMA Negeri 1. “Tapi sekarang SMA Negeri 18 sudah pisah karena bangunannya sudah selesai dibuat. Untuk sekolah yang kini belum dibangun, pada tahun 2017 akan dimulai pembangunan fisik secara bertahap,” ujar Agus.

Lebih detil Agus menjelaskan, jumlah bangku kosong di SMP Negeri mencapai 120 kursi,untuk SMA sebanyak 200 unit, sedangkan SMK Negeri sekitar 180-an. Adapun sekolah baru untuk tingkat SMP adalah SMPN 44, SMPN 45, SMPN 46, SMPN 47, SMPN 48 dan SMPN 49. Sedangkan untuk tingkat SMA yaitu SMAN 19, SMAN 20, SMAN 21 dan SMAN 22. “Untuk tingkat SMKN, yaitu SMKN 13, SMKN 14 dan SMKN 15,” jelas Agus. “Sebagian besar sekolah yang baru dibentuk berada di daerah pinggiran kota seperti Jatisampurna, Bantargebang, Mustikajaya,” tambahnya.

Agus mengungkapkan, sekolah baru itu masing-masing membuka tiga rombongan belajar atau kelas. Untuk SMP satu rombel sebanyak 44 siswa, SMA 40 siswa, dan SMK sebanyak 32 siswa. “Dari proses penerimaan peserta didik baru (PPDB), hanya 70-80 persen saja siswa yang daftar,” ungkap Agus.

Berdasarkan catatannya, lulusan sekolah dasar (SD) sederajat tahun 2016 mencapai 43.395 siswa, sedangkan lulusan sekolah menengah pertama (SMP) sederajat mencapai 35.470. Adapun, daya tampung untuk SMP Negeri mencapai 15.988, sedangkan untuk SMA mencapai 6.658, dan SMK 3.842 siswa.

Sekretaris Komisi D DPRD Kota Bekasi bidang Pendidikan dan Kesehatan, Daddy Kusradi, menyatakan akan memanggil dinas terkait untuk menanyakan penyebab bangku kosong di sejumlah sekolah negeri yang mencapai ratusan tersebut. “Kami ingin tahu penjelasan dinas, dan upaya kedepannya seperti apa,” singkat Daddy.

(tribunnews.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here