Ngaku Jadi Penyidik Polres Bogor Kota, SK (inisial) Diminta 10 Juta Untuk Proses BAP

108
0
SHARE

AKP Gito: Darimana Aturannya Proses BAP Bayar 10 Juta?

BHARATANEWS.ID | KRIMINAL – Kasus penggelapan kendaraan R4 (Roda Empat) yang melibatkan AS sebagai tersangka dan korban berinisial SK warga Nanggewer Mekar, Kabupaten Bogor ternyata tidak hanya kehilangan satu unit mobil Suzuki Katana GX saja. Sebelum korban kehilangan mobil suzuki katana GX tersebut, korban sempat ditipu oleh AS pada bulan Desember 2015.

BACA BERITA SEBELUMNYA: Kerjasama Dengan Penipu, Suzuki Katana GX Raib Dibawa Kabur

AS menyatakan Unit Mobil Serena dan Xtrail warna cokelat hilang pada saat mobil tersebut dikontrakkan oleh pelanggan AS. Pada saat itu korban mempercayai perkataan AS yang mengatakan dua unit mobil tersebut hilang.

Dua unit mobil tersebut adalah milik saudara korban yang telah dipercayakan kepada korban untuk menjalin kerjasama dengan AS.

SK (Korban) mengatakan mobil tersebut sudah diurus untuk meminta asuransi kehilangan dari leasing, namun pihak leasing tidak bisa memproses asuransi kehilangan tersebut sebelum ada bukti laporan dari pihak kepolisian.

“Asuransi kehilangan lagi saya urus, tapi harus ada surat LP dari polisi sebagai bukti kalau mobil itu benar hilang”, ujarnya kepada bharatanews.id.

Akhirnya korban meminta saran kepada AS untuk membuat laporan kehilangan kepada pihak kepolisian. Lalu AS menawarkan untuk meminta bantuan kepada temannya yang berinisial J yang mengaku sebagai anggota penyidik dari Polres Bogor Kota.

Lalu korban meminta AS untuk meminta tolong dibuatkan laporan kehilangan dan menBAP kasus kehilangan dua unit mobil tersebut melalui J. AS mengatakan J bisa membantu menBAP kasus tersebut dengan catatan harus ada uang Rp. 10.000.000 (sepuluh juta rupiah) untuk melakukan proses BAP tersebut.

“Saya diminta 10 juta sama J untuk melakukan proses BAP, tanpa basa-basi saya langsung cari uang untuk membayar uang yang diminta oleh J”, ujar SK.

Korbanpun meminta AS untuk menggadaikan motor Vixion milik korban. Dan Akhirnya melalui AS motor tersebut berhasil digadaikan dengan uang sebesar Rp. 4.000.000 (empat juta rupiah).

Setelah berhasil mengumpulkan uang sebesar 10 juta, korban langsung memberikan uang sebesar 10 juta tersebut kepada AS untuk dibayarkan kepada J. Dan AS pun telah memberikan kwitansi pembayaran kepada korban yang telah diterima oleh J.

Namun setelah korban membayar uang sepuluh juta tersebut, tidak ada tanggapan lagi dari J untuk proses BAP, dan pada saat dihubungi oleh korban, J sedang berada diluar Kota.

Menanggapi hal tersebut, Kasat Reskrim Polres Bogor Kota AKP Gito mengatakan proses BAP tidak dipungut biaya sama sekali.

“Darimana aturannya BAP harus bayar? Proses pembuatan laporan dan BAP sama sekali tidak dipungut biaya”, jelasnya.

Korban mengatakan bahwa dirinya awam dan tidak mengetahui proses pembuatan laporan dari pihak kepolisian yang benar seperti apa.

“Saya awam sama masalah seperti itu, jadi saya percaya aja sama AS dan membayar uang 10 juta itu. Tapi ternyata sampai sekarang kasus saya tidak diproses sama sekali”, tuturnya.

AKP Gito juga menambahkan tidak ada orang yang bernama J di unit Reskrim Polres Bogor Kota. Dan pada saat AKP Gito diperlihatkan foto J, AKP Gito juga tidak mengenali foto J yang mengaku sebagai penyidik dari Reskrim Polres Bogor Kota.

“Saya tidak kenal sama orang yang ada di Foto itu, dan disini tidak ada nama yang dimaksud”, ujarnya.

Sementara kasus penggelapan dan penipuan tersebut telah ditangani oleh Reskrim Unit 1 Polres Bogor Kota untuk ditindak lebih lanjut.

“Saya sudah menunjuk unit 1 untuk menangani kasus tersebut”, pungkas AKP Gito.

Berdasarkan pantauan bharatanews, AS melakukan penipuan dan penggelapan tiga unit mobil yaitu Suzuki Katana, Serena dan Xtrail. AS bekerjasama dengan J untuk melakukan pemerasan dan menipu korban dengan membayar uang untuk proses BAP sebesar 10 juta, dan motor korban yang digadaikan melalui AS, turut dibawa kabur oleh AS. (Jat/Ry/B)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here