Proyek LRT Jalan Terus, Adhi Karya: Rampung Sebelum Asian Games

104
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BEKASI – PT Adhi Karya Tbk (ADHI) memastikan proyek pengembangan transportasi massal berbasis rel, Light Rail Transit (LRT) Jabodetabek terus berjalan. Bahkan proyek ini terus menunjukkan perkembangan.

Alhamdulillah kita sudah memulai di awal bulan ini sudah kita kerjakan, sudah berjalan sekarang ini. Untuk pondasi di stasiun stasiun yang direncanakan kita sudah mulai untuk membangun pondasi pondasi-nya. Jadi untuk progres-nya kita sedang berjalan,” kata Direktur ADHI, Pundjung Setya Brata kepadadetikFinance, Jumat (5/8/2016).

Asal tahu saja, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) konstruksi ini merupakan kontraktor penerima penugasan untuk pengembangan prasarana LRT Jabodetabek.

Pundjung mengatakan, pihaknya yakin ruas Cibubur-Cawang, Bekasi Timur-Cawang, dan Cawang-Dukuh Atas bisa rampung sebelum penyelenggaraan Asian Games 2018.

“Kalau untuk rally sistemnya kita targetkan Juni 2018, untuk semua strukturnya seperti penempatan relnya kita targetkan sebelum Asian Games. Untuk rute Cibubur-Cawang-KP Melayu-Dukuh atas rencananya awal 2019 sudah selesai. Kalau untuk rute Bekasi-Cawang-KP Melayu-Dukuh atas rencananya akhir 2018,” papar dia.

Lewat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 98 Tahun 2015, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan penugasan kepada PT Adhi Karya (Persero) untuk melakukan Percepatan Penyelenggaraan Kerata Api Ringan/Light Rail Transit (LRT) terintegrasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi.

Menurut Perpres ini, penyelenggaraan LRT terintegrasi itu terdiri dari Lintas Pelayanan Cawang–Cibubur, Cawang–Kuningan–Dukuh Atas, Cawang–Bekasi Timur, Dukuh Atas–Palmerah–Senayan, Cibubur–Bogor, dan Palmerah–Bogor.

Perpres ini juga menyebutkan, Pemerintah menugaskan kepada PT Adhi Karya (Persero) Tbk. untuk membangun prasarana Kereta Api Ringan (LRT) terintegrasi, yang meliputi, jalur, termasuk konstruksi jalur layang, stasiun, dan fasilitas operasi.

Sebelumnya, pekerjaan konstruksi LRT ini sempat terkendala karena ada perbedaan pendapat mengenai standar lebar rel (gauge) yang dipakai. Perbedaan Pendapat terjadi antara Adhi Karya selaku penanggung jawab pembangunan LRT Jabodetabek dengan Pemda DKI sebagai penanggung jawab pengembangan LRT DKI jakarta yang ada di dalam kota. (detik.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here