Kepala Daerah Harus Menyadari Misi Good Goverment

86
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BEKASI – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Meilina Kartika Kadirmenyoroti tingginya angka Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) Pemkab Bekasi pada APBD 2015 yang mencapai Rp1,79 triliun.

Menurut politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan itu, tak optimalnya Pemkab Bekasi dalam menyerap anggaran menandakan perencanaan dan kinerjanya tidak bagus. Jadi bukan karena pihak pemerinah hati-hati dalam menyerap anggaran.

“Silpa tinggi Itu tandanya tak bagus perencanaannya dan tidak tepat sasaran pelaksanaan dari program-program yang telah dirancang pemerintah melalui para SKPD,” ujarnya kepada GoBekasi, Jumat (5/8/2016).

Terang Melly-panggilan akrab Meilina Kartika Kadir- yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi ini, perencanaan program tak matang bisa jadi karena salah menempatkan orsng di SKPD. Misalnya kemampuan dan latar pendidikannya a, ditempatkan di dinas b.

“SKPD-nya diduduki bukan orang yang sesuai kemampuan bidangnya ya jadi tak paham aturan kerjanya. Kalau tepat guna dan sesuai perencanaan, apalagi untuk kepentingan masyarakat kenapa takut ama BPK dan KPK,” tegasnya.

Bakal Calon Bupati (Balonbup) PDI Perjuangan ini menambahkan, misi dari menjalankan Good Goverment dan Clean Goverment wajib disadari dan dipahami pemimpinnya selaku kepala daerah. Jadi jangan sampai tak paham dan tidak menyadari misi itu.

“Kalau kepala daerahnya sendiri korup dan punya mental korup, ya pasti takut lah anak buahnya menjalankan program itu. Apalagi, penyerapan anggaran dari pemerintah pusat aja tak maksimal dan mengendap di bank di atas Rp1 triliun,” sindirnya.

“Kalau perencanaannya bagus kan tinggal memaksimalkan penyerapan dengan memperhatikan peraturan yang ada. Apa ini karena takut ? kenapa harus takut (menyerap anggaran) kalau memang itu sudah ada di peraturan ? Atau mungkin karena SKPD yang ada tidak pada tempatnya,” sambungnya. (gobekasi.pojoksatu.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here