Gubernur Imbau Kota Bandung Evaluasi Operasional Bebersih Citarum

80
0
SHARE
BHARATANEWS.ID | BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), meminta jajaran Pemerintah Kota Bandung mengevaluasi komunitas masyarakat pecinta lingkungan yang tergabung dalam tim operasional Bebersih Citarum.
Aher meminta evaluasi dilakukan setelah mendengar laporan Komandan Distrik Militer 0618/Berdiri Sendiri Kota Bandung, Letkol Inf Sugiyono, yang mengatakan bahwa operasi Bebersih Citarum di kotamadya hanya dilakukan oleh pasukan TNI dan Gober.
“Berarti komunitas Eco Villager di Kota Bandung belum terbentuk. Kalau di Kabupaten Bandung kan sudah terbentuk dan berjalan dengan baik. Masyarakatnya juga ikut terlibat langsung,” kata Aher kepada wartawan saat ditemui di Gedung Sate, Bandung, Jumat (5/8).
“Evaluasi saja apa penyebabnya, mengapa masyarakatnya belum terlibat. Ini perlu ditelusuri mengapa masyarakat di Kabupaten Bandung yang terlibat ramai banget, sedangkan di Kota Bandung tidak,” tambah Aher.
Aher juga tak lupa berterima kasih kepada seluruh prajurit TNI AD yang telah berkomitmen menjalankan tugas sesuai dengan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Provinsi Jabar dengan Kodam III/Siliwangi.
“Saya tidak mau banyak berkomentar jika belum dievaluasi,” katanya.
Sebelumnya, Dandim Kota Bandung Letkol Inf Sugiyono mengaku kecewa dengan sikap warga yang tidak malu telah mencemari Sungai Citarum. Sugiyono mengaku sering menerima komplain dari Dandim Kabupaten Bandung karena sampah terbanyak disumbangkan pihak kotamadya.
“Saya sering dimarahi Dandim Kabupaten Bandung karena Kota Bandung yang paling banyak menyumbang sampah di sana. Saya sudah sampaikan ini kepada Walikota dan jajaran lainnya,” kata Sugiyono kepada wartawan di markasnya, kemarin.
Menurut Sugiyono, sebagai bangsa Timur, seharusnya warga Kota Bandung malu ketika membuang sampah sembarangan di sungai. Apalagi Sungai Citarum merupakan faktor pendukung keberlangsungan makhluk hidup.
“Bandung itu kan julukannya Kota Kembang. Masa sekarang mau disebut Kota Sampah,” ujar Sugiyono. (inilahkoran.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here