Polisi Tangkap Penembak Anggota Ormas di Bogor

124
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Polres Kabupaten Bogor berhasil mengamankan AG (25) dan FR (28), Minggu (31/7) kemarin. Keduanya adalah tersangka kasus penembakan hingga tewas Ahmad Suhendar (27), anggota organisasi masyarakat Benteng Bogor Raya (BBR), bulan lalu.

Keduanya diamankan dalam pelariannya di sebuah persawahan warga di Babakanhilir, Desa Mekarwangi, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Kabupaten Bogor, Ajun Komisaris Aulia Djaar menuturkan, AG merupakan eksekutor sedangkan FR adalah teman yang pada saat kejadian ikut melarikan diri.

“Alasan AG menembak karena kesal dengan ulah korban yang pada saat itu dalam kondisi mabuk berat dan membuat onar di kontrakan temannya FR,” kata Aulia, Senin (1/8).

Aulia menjelaskan, pada Selasa (28/6) pukul 21.30,WIB, Ahmad bersama saksi Abdul Mutholib alias Wiwit berjalan di Jalan Raya Kedunghalang mengarah ke Cibinong. Sebelumnya, mereka berkumpul dengan ormas BBR dan kemudian berjalan keadaan mabuk.

Dalam perjalanan tersebut Ahmad berkata pada Wiwit untuk berhenti sejenak di kontrakan, Kampung Tunggilis RT03/8, Desa Pasirjambu, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor. Pada saat di halaman kontrakan korban berteriak, “Mana cewek jablay?┬áIni kan indekos mesum.” Mereka kemudian masuk ke kamar no 2, yang disewa oleh FR.

“Pada saat bersamaan di kontrakan FR kedatangan tamu AG dan saksi lain Charles. Karena tidak dihiraukan korban mengambuk di dalam kamar dan memecahkan kaca jendela. AG dan FR yang kesal membawa Ahmad ke halaman dan terdengar suara letusan,” papar Aulia.

Saat itu, Wiwit dan Charles menyaksikan AG dan FR melarikan diri sedangkan korban Ahamad tersungkur di tanah dengan luka tembak di bagian kepala.

Berdasarkan hasil autopsi, korban tewas seketika ditembak tepat di hidung korban. Proyektil berbahan kuningan yang bersarang di batok kepala pun berhasil diangkat.

“Proyektil warna kuning terbuat dari kuningan ujungnya berlubang selindernya diketahui lebih kecil dari senjata api oranik milik Polri. Dokter tidak menjelaskan apakah itu senkata api organik atau rakitan. Namun, kami memastikan peluru bukan berasal dari senjata api organik Polri,” tambah Aulia.

Kata Aulia, AG sendiri merupakan warga sipil. Polisi masih mendalami kepemilikan senjata api milik AG yang saat ini masih dicari karena usai melakukan penembakan langsung dibuangnya.

  • beritasatu.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here