Perombakan Kabinet Jilid II Dinilai Lebih Baik

167
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | NASIONAL – Peneliti Senior dan Direktur Program Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Sirajudin Abbas, menilai, reshuffle atau perombakan kabinet jilid II lebih baik dibandingkanreshuffle jilid I. Pasalnya, Presiden Jokowi benar-benar melakukan reshuffle untuk menjawab persoalan yang dihadapinya dan juga menjawab keluhan masyarakat.

“Saya kira reshuffle jilid II lebih baik dari sebelumnya. Presiden Jokowi lakukan perombakan kabinet untuk menghadapi persoalan yang dihadapinya dan menjawab keluhan publik terutama soal kepercayaan dan optimisme ekonomi ke depan serta kesejahteraan umum, misalnya lapangan kerja, ketersediaan dan keterjangkauan kebutuhan pokok,” ujar Abbas di Jakarta, Rabu (27/7).

Menurut dia, dengan penempatan Sri Mulyani Indrawati menjadi Menteri Keuangan (Menkeu), menggantikan Bambang S Brojonegoro berarti ada upaya memperbaiki pengelolahan anggaran Negara dan meningkatkan pendapatan negara terutama penerimaan negara dari pajak yang belum mencapai target.

“Ini tentunya memberikan optimisme perbaikan ekonomi makro ke depannya. Bu Sri Mulyani merupakan orang yang cerdas, berkapasitas, punya track record dan jaringan internasionalnya kuat,” ungkap dia.

Dengan perombakan kabinet ini, kata dia, Presiden Jokowi juga berusaha mengatasi persoalan kekurangan lapangan kerja yang erat kaitannya dengan pendapatan, daya beli masyarakat dan pengangguran. Menurut Abbas, ini dijawab Presiden Jokowi dengan menempatkan Airlangga Hartarto menjadi Menteri Perindustrian (Menperin).

“Airlangga dinilai mampu menguatkan sektor industri sehingga bisa membuka lapangan kerja, khususnya yang baru lulus kuliah yang pada akhirnya bisa meningkatkan pendapatan dan daya beli masyarakat serta mengurangi pengangguran,” terang Abbas.

Persoalan lain yang bisa dijawab dengan reshuffle kabinet jilid II ini, lanjut Abbas, persoalan ketersediaan pangan, antara supply and demand. Menurutnya, ketersediaan pangan selalu menjadi persoalan problematis terutama menjelang hari-hari besar keagamaan.

“Pak Enggar (Enggartiasto Lukito) yang dipercayakan menjadi Menteri Perdagangan (Mendag) bisa membawa angin segar perubahan untuk menyelesaikan persoalan ketersediaan pangan. Dia sudah berpengalaman, berkapasitas dan punya leadership yang kuat,” tuturnya.

Lebih lanjut, Abbas mengatakan, reshuffle menteri yang lain lebih pada upaya mengakomodasi kepentingan politik. Dia mencontohkan, penempatan Wiranto menjadi Menkopolhukam menggantikan Luhut B. Panjaitan yang digeser posisi menjadi Menko Kemaritiman. Sementara, dua menteri Hanura didepak dari kabinet, yakni Yuddy Chrisnandi dan Saleh Husein.

“Begitu juga dengan masuknya Asman Abnur menjadi Menpan-RB untuk mengakomodasi PAN, Airlangga menjadi Menteri Perindustrian untuk mengakomdasi Golkar, Muhajir menjadi Mendiknas mengakomodasi kekuatan Muhammadiyah, Eko Putro yang menjadi Menteri Desa untuk mengakomdasi PKB,” pungkasnya.

  • beritasatu.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here