Pengamat Pendidikan Sayangkan Pencopotan Anies Baswedan

440
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | NASIONAL – Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini resmi merombak Menteri Kabinat Kerja. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menjadi salah satu dari menteri yang kena reshuffle jilid II.

Anies digantikan oleh Muhadjir Effendy yang merupakan rektor Universitas Muhammadiyah Malang dan masih menjabat jadi Ketua PP Muhammadiyah bidang pendidikan kebudayaan dan litbang sampai sekarang.

Pengamat pendidikan, Doni Koesoema mengatakan Mendikbud Anies masuk dalam jajaran menteri yang di-reshuffle karena masalah politik bukan kinerja. Presiden seharusnya memberikan kesempatan kepada Anies untuk menyelesaikan programnya. Jangan dihentikan di tengah jalan.

“Saya sih melihat, ini bukan masalah kinerja, tapi masalah politik, kalo dari kinerja saya melihat Pak Anies sudah banyak memulai banyak hal reformasi internal maupun program-program pelibatan publik, membuat sistem yang bagus untuk antibullying serta semangat Pancasila dan Kebhinnekaan. Jadi ini bukan soal kinerja,” kata Doni saat dihubungi Suara Pembaruan.

Selanjutnya, Doni mengaku, secara pribadi menilai seharusnya apa yang dilakukan Menteri Anies tidak dihentikan di tengah jalan. Pasalnya, ia sudah memulai sesuatu yang baik. Harusnya di selesaikan dan jangan diputuskan di tengah jalan.

Dewan Pembina Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) ini juga menuturkan, pemutusan jabatan di tengah jalan akan ada masalah. Seharusnya diselesaikan masa jabatannya. Pasalnya, pergantian ini akan banyak berubahan.

Sementra itu, untuk sosok Mendikbud baru, Muhadjir Effendy. Doni berharap, dapat melanjutkan sesuatu yang dianggap baik yang telah dikerjakan Mendikbud sebelumnya. Salah satunya, melanjutkan program pengawasan lingkungan sekolah yang melibatkan publik dengan kebijakan sekolah ramah anak, anti kekerasan, antibullying, yang telah masuk dalam Permendikbud.

Doni menyebut, program sudah masuk dalam Permedikbud merupakan sesuatu yang sangat kuat untuk membentuk kultur dan menyamai Kebhinnekaan. Mendatang, Menteri baru diminta fokus pada substansi persoalan pendidikan. Persoalan kurikulum 2013 (K-13) harus diprioritaskan.

“ Menteri yang baru juga perlu lebih fokus pada persoalan substansi pendidikan kita, kurikulum 2013 misalnya, meskipun Mas Anies sudah merevisi, faktanya saya melihat belum banyak perubahan,” ujarnya.

  • beritasatu.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here