Banyak Koperasi Tapi Hanya Sedikit yang Beroperasi

97
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Jumlah koperasi di Kota Bogor cukup banyak. Namun, tak semua kondisinya sehat. Tercatat, dari 797 koperasi hanya 395 atau 49,6 persen yang aktif.

Sementara, sisanya 402 atau 50,4 persen terhitung tidak aktif. Dari jumlah tersebut, koperasi yang terbilang sehat menurun. Selama 2013, terdapat 168 koperasi yang sehat. Sedangkan, 2014 sempat naik menjadi 180 koperasi.

Namun, 2015 kembali menurun menjadi 150 koperasi yang sehat. Menuju usianya yang ke-69 tahun, 3 Agustus mendatang menjadi momentum yang dirasa tepat untuk mengembalikan citra juga semangat baru Koperasi Kota Bogor.

“Pada 1 hingga 3 Agustus akan digelar bazaar yang diikuti 20 stand. Pada 29 Agustus juga akan digelar bakti sosial berupa donor darah,” kata Ketua Panitia HUT Koperasi ke-69, Nadjib Soewarno. Sementara, untuk upacara peringatannya, kata Nadjib, akan dilaksanakan pada 3 Agustus. “Seperti PKK, banyak hal yang bisa dilakukan koperasi. Ini adalah tantangan kita untuk meningkatkan peran juga fungsi koperasi setelah peringatan HUT-nya,” timpal Yanne Ardian yang dipercaya sebagai Ketua Steering Committee.

Yanne menambahkan, kegiatan ini bukan hanya sekadar hajat besar, namun bagaimana agar koperasi dapat melekat di hati warga Kota Bogor. Ia pun mengaku ingin berperan aktif secara nyata dalam mengembangkan koperasi sebagai dasar keterlibatannya.

“Koperasi baiknya mampu bersinergi dengan program Pemkota Bogor dan momen hari jadi ini dapat dimanfaatkan sebagai lompatan untuk bergerak menuju ke arah yang diinginkan,” katanya.

Menurutnya, hal ini bisa dimanfaatkan sebagai new branding bagi koperasi. Dengan substansi yang kuat, mampu merubah perspektif warga bahwa masyarakat tidak hanya berkutat pada simpan pinjam.

“Sehingga nantinya dengan new branding ini warga memiliki anggapan bahwa koperasi hadir ketika warga membutuhkan,” cetusnya.

Walikota Bima Arya menambahkan, permasalahan kemiskinan menjadi kendala bagi masyarakat untuk memperoleh taraf hidup yang lebih baik seringkali dimanfaatkan pihak-pihak lain, contohnya rentenir.

Namun, hingga kini belum ada metode efektif yang dapat menangkal rentenir maupun bank keliling. “Harapan saya disini, koperasi bisa mengambil perannya dalam membantu menangani terkait persoalan kemiskinan yang ada,” beber Bima.

Langkah ini, sambung Bima, bisa diambil melalui penggunaan slogan yang benar-benar membumi dan mudah dipahami warga. “Contohnya, ‘Rentenir Musuh Kita’ atau ‘Koperasi Sahabat Kita’,” tandansya. (wil/c)

 (indopos.co.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here