Pengamat: Reshuffle Jilid II Jangan Dijadikan Akomodasi Politik

89
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | POLITIK – Dipanggilnya sejumlah menteri oleh Presiden Joko Widodo ke Istana Negara Jumat 22 Juli kemarin. Memberikan sinyal tentang adanya perombakan kabinet kerja jilid II.

Peneliti Senior LIPI Syamsuddin Haris mengingatkan, kocok ulang kabinet harus berdasarkan pada evaluasi kinerja. Tidak hanya pertimbangan taktis politik.

“Ya tergantung sejauh mana Reshuffle perlu dilaksanakan. Tapi itu meningkatkan kinerja kabinet. Reshuffle itu bertolak pada kinerja kabinet bukan pada akomodasi politik,” ujar Haris dalam sebuah diskusi di Gado-gado Boplo, Jalan Gereja Theresia No. 41, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, (23/7/2016).

Sambungnya, bolak-balik rombak kabinet juga bisa dianalisa sebagai suatu kegagalan dalam menjalankan roda organisasi pemerintahan. Selain itu, kemampuan mengelola manajemen juga menjadi faktor penting.

“Ya bisa juga ya dikatakan salah dalam memilih pembantu-pembantunya diawal. Tapi bisa juga sebagai kegagalan dalam manajemen,” sambungnya.

Oleh karena itu, bagi Haris, kematangan kepemimpinan dalam suatu negara menjadi modal penting.

“Kemampuan mengelola pemerintahan itu juga sangat menentukan oleh sebab itu bagi saya kemampuan pak Jokowi dalam memimpin kabinet juga sangat menentukan,” katanya.

(wal)-okezone.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here