Pasca Terjerat Kasus Pidana, Sekdes Ambil Alih Desa Tlanjung Udik

148
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Paska terjerat kasus pidana, kepemimpinan di Desa Tlajung Udik kini diambil alih sementara Sekretaris Desa (sekdes), Endang Akhmadi.

Kepada Radar Bogor, Camat Gunungputri, Budi Lukman mengaku, telah menugaskan sekdes sebagai pejabat antar waktu (PAW) untuk menghandle tugas kepala desa (Kades) Tlajung Udik, Marzuki Aing yang tengah tersangkut kasus hukum.

“Berdasar aturan, karena kades sedang jalani proses hukum, PNS di lingkungan desa yang menggantikan. Dan sekdes yang paling tepat,” ujarnya.

Menurut Budi, pengambil alihan fungsi kadesdimaksud untuk keberlangsungan roda pemerintahan desa tetap berjalan. Terlebih lagi, keperluan masyarakat seringkali bertumpu pada desa.

“Pelayanan terhadap masyarakat hal yang paling penting. Jangan karena kasus kades pelayanan tertunda,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia berharap adanya kasus tersebut dapat dijadikan pelajaran bagi semua kades di wilayah Gunungputri . Telebih lagi, jabatan kades kini telah banyak mendapat  kucuran anggaran dari APBD Kabupaten Bogor, APBD Provinsi dan bahkan APBN.

“Adanya banyak uang itu justru harus membuat kita semakin waspada. Terlebih lagi dalam penggunaannya. Termaksud kebijakan dalam perkara jual beli tanah,” cetusnya.

Sementara itu, Kepala  Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Kabupaten Bogor,  Deni Ardiana mengaku telah berkoordinasi dengan pihak berwajib. Ia mengaku baru mengetahui kades tersangkut kasus penjualan dengan obyek tanah yang relatif kecil.

“Ternyata memang benar. Saya baru tahu, kades terjerat karrna obyek tanah 140 meter,” pungkasnya.

Pelajaran yang bisa diambil oleh para kades sambung dia, tak melulu pejabat terjerumus kasus hukum karena perkara besar. Karenanya, tindakan dan sikap baik dan senantiasa bersandar pada aturan dapat menyelamatkan kita.

“Jika dikembalikan pada aturan. Insya Allah selama jabatan kita akan senantiasa terlindungi dari kasus,” ungkapnya.

Terkait jabatan kades, Deni mengaku masih akan menungu putusan pengadilan. Yang saat ini bisa dilakukan adalah menunjuk sekdes sebagai penganti sementara. Hingga kemarin, Marzuki Aing masih mendekam di Lapas Pondok Rajeg. Sambil menunggu penetapan waktu sidang.

“Sidangnya belum ditentukan. Nati jika sudah saya kasih kabar,” beber Kasi Intel Kejaksaan Negeri Cibinong, Satria Irawan.

(azi/pojokjabar.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here