Mengembangkan Anak Usia Dini Lewat Pendidikan Terpadu

90
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | PENDIDIKAN – Pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun. Hal tersebut, dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

Kepala Sekolah Bambino, Lely Tobing Mont Dipl, mengatakan, pendidikan untuk anak usia dini menggunakan prinsip belajar dan bermain. Hal itu, lanjut dia, diwujudkan sedemikian rupa sehingga dapat membuat anak aktif, senang, dan bebas memilih, sekaligus belajar melalui interaksi dengan alat-alat permainan dan perlengkapan serta manusia.

“Anak-anak harus belajar dengan bermain dalam suasana yang menyenangkan. Selain itu, pelajaran akan lebih baik jika berorientasi pada perkembangan sesuai dengan tingkat usia anak. Artinya, pelajaran itu harus diminati anak sehingga kemampuan yang diharapkan dapat dicapai, serta kegiatan belajar itu menantang untuk dilakukan anak di usia tersebut,” kata Lely Tobing kepada Beritasatu.com, di Jakarta, Sabtu (23/7).

pendidikan1

Berdiri sejak tahun 1997, lanjut dia, Bambino Preschool yang berlokasi di kawasan Cipete, Kebayoran, Jakarta Selatan, memiliki dasar untuk membangun pendidikan anak usia dini yang komprehensif, berkualitas unggul, dan berwawasan internasional. Terlebih, kata Lely Tobing, pendidikan anak usia dini tengah dicari banyak orangtua untuk memberikan pendidikan awal bagi buah hatinya.

“Bambino memberikan cara berbeda dalam sistem pendidikannya. Kami menerapkan metode pendekatan tiga tokoh pendidikan dunia, Montessori, Waldrof, dan Reggio Emilia, sehingga menjadi kurikulum yang komprehensif dan terdiri atas pembelajaran yang inspirastif,” kata Lely Tobing.

Kurikulum rancangan Bambino, merupakan kurikulum komprehensif yang memadukan tiga metode yaitu metode Montessori untuk merancang bangun dasar pendidikan di masa depan, metode Waldrof Education untuk membangun kompentensi sosial anak usia dini, dan pendekatan Reggio Emilia untuk menciptakan lingkungan sebagai guru ke tiga bagi anak.

“Selain itu, Bambino tidak hanya diperuntukkan bagi anak-anak yang orangtuanya merupakan warga negara asing (WNA) dan bekerja di kedutaan di Indonesia. Sekitar 20 persen murid yang ada, merupakan anak-anak Indonesia. Sedangkan kegiatan pendidikan sendiri tidak dibedakan. Bahasa Inggris digunakan sebagai bahasa komunikasi disini,” kata Lely Tobing.

Adapun ruang lingkup pendidikan anak usia dini yang diberikan Bambino antara lain, kelas ibu dan anak untuk anak usia 9-18 bulan, kemudian Toddler A untuk anak usia 18-24 bulan, Toddler B untuk anak usia 2-3 tahun, Pre K untuk anak usia 3-4 tahun, K1 untuk anak usia 4-5 tahun, dan K2 untuk anak usia 5-6 tahun.

“Guna mencapai tujuan pembelajaran diatas, Bambino mengatur dan menata kegiatan belajar mengajar berdasarkan kecerdasan ganda. Dimulai dari pembagian area dalam kelas dan tata ruang, dapat dilihat sentra/pojok ragam kecerdasan yang berisikan alat peraga yang bertujuan menstimulasi kecerdasan anak, rencana kegiatan harian sentra, pendekatan guru kepada murid, diskusi kelompok untuk mengembangkan ide dan gagasan serta mengarahkan siswa dalam pembelajaran,” tambahnya.

Feriawan Hidayat/FER

BeritaSatu.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here