“Ini Kisah Tiga Dara”; “Tiga Dara” yang Berbeda dan Lebih Modern

93
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | SELEBRITIS – Pada tahun 1956, Indonesia pernah memiliki cerita tentang kehidupan tiga saudara perempuan beserta hiruk pikuknya ketika mereka mengenal cinta. Tiga saudara perempuan ciptaan Usmar Ismail dalam film “Tiga Dara” itu kelak menjadi fenomenal karena-mengutip Rosihan Anwar dalam memorialnya untuk Usmar Ismail pada 1991-memiliki tema yang sejalan dengan bangsa Indonesia.

Cerita tentang Nunung (Chitra Dewi), Nana (Mieke Wijaya), dan Nenny (Indriati Iskak) yang dibesarkan oleh nenek mereka yang diperankan Fifi Young pada 1956 itu kemudian menginspirasi sineas Nia Dinata untuk membuat versi barunya. Film tersebut diberi judul “Ini Kisah Tiga Dara”.

Ditemui dalam peluncuran album “Ini Kisah Tiga Dara” di La Moda, Plaza Indonesia, Rabu 20 Juli 2016, Nia Dinata menuturkan, cerita yang ia sajikan dalam “Ini Kisah Tiga Dara” tentu sangat berbeda dengan cerita “Tiga Dara” versi Usmar Ismail. Diakui Nia, dia hanya mengambil latar utama dari cerita “Tiga Dara” 1956 yakni tentang tiga saudara perempuan yang diasuh oleh nenek mereka dan sama-sama bertemu pasangan mereka.

“Spirit yang versi baru dan yang lama memang masih sama tapi selebihnya, ceritanya berbeda,” kata Nia.

Nama tokoh tiga saudara perempuan ini pun tak sama dengan versi Usmar Ismail. Jika Usmar memiliki Nunung, Nana, dan Nenny, “Ini Kisah Tiga Dara” yang dibesut Nia menghadirkan Gendhis yang diperankan Shanty Parades, Ella yang diperankan Tara Basro, dan si bungsu Bebe yang diperankan artis pendatang baru Tatyana Akman. Untuk memerankan sosok nenek, Nia memilih artis dan penyanyi senior Titiek Puspa.

“Lokasi syutingnya saya pilih Maumere karena setelah beberapa kali riset, Maumere ini yang kami pikir paling oke. Selain itu, film ini diperankan oleh Rio Dewanto, Ray Sahetapy, dan Reuben Elishama,” ucapnya.

Rencananya, “Ini Kisah Tiga Dara” akan dirilis September 2016. Sebelum diputar versi aslinya, film “Tiga Dara” 1956 yang telah direstorasi dengan teknologi 4K akan terlebih dahulu diputar pada Agustus 2016.

Untuk diketahui, sejak 2015, negatif-negatif selulosa asetat untuk “Tiga Dara” yang disimpan di Sinematek Indonesia mulai menjalani proses restorasi di Laboratorium L’immagine Ritrovata di Bologna, Italia yang diinisiasi SA Films.

Hal itu dilakukan karena selulosa film tersebut mengalami rusak berat mulai dari negatif-negatif yang dalam keadaan robek dan dinodai jamur atau hilang.

“Jadi sebelum kenal versi barunya, diperkenalkan dulu versi lamanya tapi tentu tujuan utamanya memang memperkenalkan “Tiga Dara” yang 1956 karena apalah saya kalau dibandingkan dengan Usmar Ismail,” ujar Nia merendah.

Pemeran Gendhis, Shanty Paredes menuturkan, ambil bagian dalam “Ini Kisah Tiga Dara” adalah mimpi yang menjadi nyata. Dia pun merasa beruntung ditawari Nia untuk memerankan sosok Gendhis. Dalam memerankannya, dia tak terlalu mematok versi “Tiga Dara” 1956.

“Teh Nia bilang jangan terpatok karena kami bikin film yang beda dari segi cerita dan permasalahannya, lebih wanita modern,” kata Shanty.

Aktris Tara Basro juga mengakui ada perjuangan tersendiri untuk benar-benar memainkan peran Ella. Menurutnya, ini jadi pengalaman berbeda karena ia harus berakting sambil menari dan bernyanyi.

“Saya digembleng habis-habisan untuk berlatih menyanyi dan menari. Banyak PR-nya. Menyanyi dan menari secara bersamaan itu sulit,” ucap Tara.

Cerita lain keluar dari mulut Tatyana Akman yang memerankan si bungsu Bebe. Demi memiliki penampilan seperti Shanty dan Tara, dia harus berjemur setiap hari.

“Tiap dua jam sebelum syuting dijemur. Pindah ke tempat lain juga harus berjemur dulu supaya kelihatan lebih coklat,” kata Tatyana.

Sementara itu, Titiek Puspa mengatakan kalau pada masanya, film “Tiga Dara” memang fenomenal. Sampai ada lomba menjadi Tiga Dara. Ia pun sampai tiga kali menonton film yang dirilis oleh Perfini itu. Dia sangat semangat berpartisipasi dalam film “Ini Kisah Tiga Dara”.

“Saya menemukan playground saya yang telah hilang selama 30 tahun terakhir karena ini film pertama saya setelah 30 tahun tidak main film,” kata Titiek.

Selain “Ini Kisah Tiga Dara” yang dibesut oleh Nia, ada beberapa film lain yang juga terinspirasi “Tiga Dara” Usmar Ismail. Seperti “Tiga Dara Mencari Cinta” yang disutradarai oleh Djun Saptohadi dan dirilis pada 1980. Film komedi tersebut dibintangi Ingrid Fernandez, Nana Riwayatie, dan Winny Aditya Dewi. Delapan tahun kemudian, Teguh Karya menyutradarai ‘Pacar Ketinggalan Kereta” (1989) yang diakuinya terinspirasi dari “Tiga Dara”.***

-pikiran-rakyat.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here