Arya, Rizki dan Ancaman Obesitas Anak Indonesia

135
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | PALEMBANG РHari Anak Nasional diperingati hari ini. Di sela keceriaan terselip kekhawatiran. Kasus kekerasan dan ancaman pada kesehatan anak-anak Indonesia susul menyusul mewarnai pemberitaan. Di dalamnya termasuk kasus obesitasyang menimpa dua anak Indonesia yang berusia sama, yakni Arya Permana asal Karawang dan Rizki Rahmat Ramadhan asal Palembang, Sumatera Selatan.

Arya Permana baru saja merasa senang pulang ke kampung halaman. Tenaga medis Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung tak kuasa membendung keinginan anak kelas 4 SDN Cipurwasari yang bosan tinggal di ruang perawatan. Kepada dokter dan orangtua, Arya mengaku ingin segera bersekolah dan bertemu teman-teman.

Arya akhirnya kembali ke sekolah pada awal pekan ini. Berkaus hijau, Arya langsung disambut kawan-kawannya di sekolah. Meski sempat senang, bocah obesitas berbobot 186 kilogram itu akhirnya ngambek dan pulang sebelum pelajaran dimulai pada hari pertama sekolah.

Namun, kekesalannya menguap pada keesokan hari dan mulai bersekolah kembali. Ia bahkan sempat bermain bola meski napasnya ngos-ngosan.

Sementara itu, kisah sedih baru menghampiri Rizki pada Selasa, 19 Juli 2016. Ia terpaksa dibawa kedua orangtuanya ke Rumah Sakit Muhammad Husein (RSMH) Palembang, karena mengalami gangguan kesehatan. Padahal, bobot Rizki hampir 70 kilogram lebih ringan dari Arya.

Arya bahkan dikabarkan jatuh koma pada Jumat, 22 Juli 2016. Anak bungsu dari tujuh bersaudara itu mengalami tidur panjang dan sulit dibangunkan. Para dokter langsung membawa Rizki ke ruang ICU RSMH Palembang. Tangisan keluarga pecah saat anak kelas 6 SD ini dibawa ke ruang ICU.

Saat Liputan6.com mencoba berkomunikasi dengan keluarga korban, tidak ada satu orang pun yang bisa dimintai keterangan. Isak tangis terdengar jelas di depan ruang ICU. Hanya Lia (40), ibu Rizki yang mau buka suara.

“Anak saya mengalami koma,” ujar Lia.

Selama di ruang ICU, anggota keluarga Rizki tampak berlalu lalang sambil menangis. Hingga pukul 12.20 WIB, keluarga Rizki masih menunggu kabar terbaru dari penanganan intensif yang dilakukan di ruang ICU.

Menurut Yulius Anzar, spesialis anak dan salah satu tim Dokter Penanggung Jawab (DPJB) pasien Rizki, kondisi bocah berbobot 119 kg sudah stabil karena dibantu oleh mesin ventilator. Meski begitu, Rizki masih belum sadar.

“Yang jelas oksigen sudah disuplai ke otak dan paru-paru dibantu juga memompa melalui mesin ventilator. Nanti perlahan pasien akan bangun. Tim ICU juga sudah menggunakan Glasgow Coma Scale (GSC) untuk menilai tingkat kesadarannya,” kata Yulius.

Sebelum masuk ke ICU, Rizki gelisah sehingga langsung diperiksa dokter. Terlihat ada penurunan kesadaran dan langsung dibawa ke ICU. Tabung oksigen 4 liter yang menyuplai oksigen ke tubuh bocah obesitas ternyata tidak bisa membantu paru-paru memompa jalannya suplai oksigen.

“Sejak masuk beberapa hari lalu, saya sudah melihat kondisi pasien belum stabil. Jadi tidak boleh dilepas dari pantauan,” kata Yulius.

-liputan6.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here