Pekerjakan Anak di Bawah Umur, Penampungan TKI Digerebek

115
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BEKASI – Petugas gabungan dari Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Bareskrim Polri serta Ombudsman menggerebek tempat yang dijadikan rumah penampungan sementara tenaga kerja Indonesia (TKI), Kamis (21/7) dini hari.

Penggerebekan ini dilakukan adanya dugaan penyimpangan prosedur dalam pengiriman TKI ke luar negeri.

Petugas gabungan mengamankan sekitar 38 tenaga kerja wanita dari rumah yang dijadikan kantor PT Safarindo Insan Corpora yang beralamat di Jalan Swakarsa I, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi, Jawa Barat. Dua TKI wanita di antaranya, masih di bawah umur.

“Kami mendapat informasi masyarakat, di lokasi tersebut dijadikan penampungan sementara TKI namun setelah 6-8 bulan di penampungan, para TKI ini tidak juga diberangkatkan,” ujar perwakilan Ombudsman, Ninik Rahayu, Kamis (21/7).

Tidak hanya itu, kata dia, para tenaga kerja yang ingin pulang ke kampung halamannya dikenakan denda sebesar Rp 7,5 juta.

“Mirisnya lagi, para calon TKI ini hanya diberikan makan dua kali sehari oleh perusahaan,” ujarnya.

Sementara itu, menurut salah satu calon TKI asal Banyuwangi-Jawa Timur, Diana (21), mengatakan tujuan penyaluran TKI ini ke Arab Saudi.

“Kami dijanjikan sebagai tenaga perawat dan pembantu rumah tangga di sana,” ujar Diana.

Bahkan, kata Diana, perusahaan penyalur TKI ini sangat tidak manusiawi. “Cacian makian sudah sering kami terima,” ujarnya.

Ninik menambahkan, meskipun perusahaan penyalur TKI ini terdaftar pada BNP2TKI namun tidak memperlakukan TKI secara manusiawi.

“Jika terbukti ada perbuatan melawan hukum, seperti memperkerjakan anak di bawah umur, kami akan menindaklanjutinya ke ranah hukum,” pungkasnya.

(beritasatu.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here