MUSPIKA BABAKAN MADANG GENCARKAN OPERASI YUSTISI

56
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Kabupaten Bogor, selama puluhan tahun menjadi daerah tujuan bagi kaum pendatang untuk mengadu nasib. Berbondong-bondong, kaum urban mendatangi wilayah Bumi Tegar Beriman ini, lantaran kabupaten pimpinan Bupati Nurhayanti banyak terdapat pusat-pusat industri dan perekonomian.

Salah satu wilayah yang banyak dituju kaum urban untuk mencari pekerjaan, yakni Kecamatan Babakan Madang. Hampir setiap usai liburan Idul Fitri, wilayah yang terkenal dengan perumahan Sentul City itu, jumlah pendatang baru membludak.

“Kita tak bisa melarang warga luar Kabupaten Bogor datang ke Babakan Madang,  namun demikian, para pendatang haruslah memiliki identitas yang jelas,” kata Kepala Kepolisian Sektor Babakan Madang Komisaris Polisi Kompol Tri Suhartono, ditemui wartawan disela operasi yustisi, Rabu (20/07).

Sasaran atau target dari operasi yustisi ini kata Kompol Tri, warga yang tinggal di rumah kontrakan atau kos-kosan. “Sejak banyaknya pusat-pusat perekonomian, rumah kontrakan dan kos-kosan menjamur di Babakan Madang. Sayangnya, para penghuni, jarang sekali yang melapor keberadaan dirinya kepada ketua RT setempat,” ungkapnya.

Selain untuk menertibkan para pendatang baru yang tak memiliki kartu identitas diri, operasi yustisi ini juga bertujuan untuk mencegah masuknya para pelaku criminal ke wilayah Babakan Madang. “Ya jangan sampai, banyaknya rumah kontrakan dan kos-kosan itu dijadikan tempat persembunyian bagi para pelaku criminal,” tegasnya.

Camat Babakan Madang Yudi Santosa menambahkan di wilayah Babakan Madang ini, ada empat desa yang diburu para pendatang, diantaranya  Desa Sentul, Cipambuan, Citaringgul dan Kadumanggu, karena diempat desa itu banyak berdiri pabrik-pabrik.  “Tahap pertama operasi yustisi ini baru di dua desa, yakni Cipambuan dan Citaringgul, sementara dua lainnya menyusul,” katanya.
Yudi meminta para kepala desa memerintahkan ketua RT dan RW untuk pro aktif mendata pendatang baru. “Ini tak hanya menjadi tugas Muspika saja, tapi perlu keterlibatan aktif dari kepala desa dan Ketua RT/RW,” tegasnya.

Sementara itu, Robet penanggung jawab rumah kos-kosan di Kampung Citaringggul Anggrek RT 02/RW 01, Desa Citaringgul, mengaku sudah mengetahui akan adanya oprasi yustisi yang dilakukan oleh Muspika Kecamatan Babakan Madang.

“Penghuni atau penyewa rumah kontrakan di kami ini, mayoritas  mahasiswa yang kuliah di wilayah Babakan Madang dan karyawan. Semua penghuni, sudah kami mintai foto copy KTP nya, karena kita juga tidak mau kosan ini, ditempati oleh orang yang tidak jelas,”singkatnya. (Zah)

(bogoronline.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here