Karyawan PT. MAP Dikeroyok, Penyidik Tanah Sareal Panggil Pihak Terlapor

175
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Kasus pengeroyokan petugas palang parkir PT. Mahatidana Aero Pratama (MAP) yang diduga dilakukan oleh oknum Security pada tanggal 18 Juni 2016 pukul 21.00 di kawasan parkiran Bogor Valley, Jalan KH. Sholeh Iskandar, Kota Bogor, kini kepolisian dari Polsek Tanah Sareal telah melakukan pemanggilan terhadap pihak terlapor pada hari Kamis 21 Juni 2016.

Kasus tersebut berawal dari salah seorang bernama Ozzy yang diduga melakukan pengeroyokan memaksa dibukakan palang pintu otomatis kepada Agus petugas parkiran. Namun Ozzy tidak memiliki karcis parkir sehingga Agus tidak membukakan palang parkir tersebut. Lalu korban yang bernama Dody mendengar keributan tersebut datang menghampiri Ozzy dan meminta untuk menunjukan STNKnya dan menolak untuk membukakan palang parkir sebelum pelaku memberikan kartu parkir beserta STNKnya.

Ozzy yang tidak terima dengan perilaku korban yang meminta menunjukan kartu parkir dan STNKpun langsung memanggil teman-temannya oknum Security dan langsung melakukan pengeroyokan kepada korban pada pukul 21.00.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka memar pada bagian rahang dan luka lecet pada tangan sebelah kanan, lalu korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke polsek Tanah Sareal Kota Bogor.

Dody mengatakan akan terus memproses ke jalur hukum. Karena hingga saat ini belum ada itikad baik dari pihak terlapor. Dody juga berharap kasus tersebut bisa cepat diselesaikan melalui jalur hukum, karena sudah sebulan lebih kasus tersebut masih tak kunjung selesai.

Menanggapi hal tersebut, Sinaga selaku tim penyidik 2 mengatakan pada hari kamis (21/07), pihak terlapor sudah dikirimkan surat pemanggilan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Namun hingga pukul 12.00 WIB, para terlapor masih belum datang ke Polsek Tanah Sareal untuk memenuhi panggilan tersebut.

“Saya sudah kirim surat pemanggilan kepada pihak terlapor sebagai saksi. Tapi sampai saat ini masih belum datang juga.”, tuturnya kepada bharatanews.id.

Sinaga menambahkan jika hari ini pihak terlapor tidak datang memenuhi panggilan tersebut, akan dilakukan pemanggilan kedua pada hari sabtu (23/07). Jika saat pemanggilan kedua pihak terlapor masih belum juga, terlapor akan ditetapkan sebagai tersangka dan akan dijemput paksa oleh pihak kepolisian.

Zack selaku Kordinator Security menyangkal bahwa anak buahnya yang diduga terlibat dalam kasus pengeroyokan tersebut mendapat surat panggilan pada hari 21 Juli dari pihak Kepolisian. Zack juga mengatakan bahwa kasus tersebut sudah selesai dengan jalan kekeluargaan.

“Kalau pemanggilankan sudah dilakukan 2 minggu yang lalu. Dan setau saya masalahnya sudah selesai dan tidak ada pemanggilan lagi”, ujarnya.

Zack juga menambahkan jika memang kasus belum selesai, Zack ingin menyerahkan segala keputusan di pihak Kepolisian.

“Kalau saya lebih baik menyerahkan semuanya kepada pihak kepolisian”, pungkasnya. (dft/uya/ry/jat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here