Jeritan Warga Rumpin Kabupaten Bogor

165
0
SHARE

Warga sudah kerap kali mengeluhkan kondisi tersebut ke kantor desa maupun kecamatan.

BHARATANEWS.ID| BOGOR – Telah cukup lama, warga Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor hidup ‘menderita’. Tanpa perhatian dari pemimpinnya. Bahkan, terkesan dianaktirikan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor.

Contoh nyata, coba tengok sejumlah ruas jalan di sana. Sudah bertahun-tahun tidak pernah diperbaiki. Sangat rusak, berlubang dan berdebu. Kerusakan bahkan mencapai 80 persen area jalan.

Dampaknya tentu ke warga. Aktivitas ekonomi mereka terhambat, penyakit gangguan pernapasan terus mengancam. Parahnya lagi, setiap hari, mereka harus berjibaku bertaruh nyawa melewati ruas jalan rusak yang juga dilalui truk-truk besar perusahaan pertambangan.

“Akhir tahun 2015 lalu, seorang warga Rumpin tewas terlindas truk besar yang membawa hasil tambang. Pengendara jatuh akibat terperosok di lubang sebelum terlindas truk,” kata Amin, warga Rumpin seperti dikutip dari  Kompas.com, Selasa (19/7/2016).

Padahal, warga sudah kerap kali mengeluhkan kondisi tersebut ke kantor desa maupun kecamatan. Namun, nyatanya belum juga ada perhatian dari pemerintah setempat.

“Infrastruktur jalan yang hancur di Kecamatan Rumpin mencapai 80 persen. Termasuk jalan utama yang menghubungkan wilayah Rumpin dengan Tangerang, panjangnya sekitar 7 kilometer, selama 10 tahun tak ada perbaikan,” ucapnya.

Kekecewaan warga akhirnya memuncak. Ratusan orang dari tujuh desa turun ke jalan, berunjuk rasa di depan Kantor Kecamatan Rumpin, Senin (18/7/2016). Para pengunjuk rasa terus memaksa masuk kantor kecamatan.

Hingga akhirnya, aksi berujung anarkis. Sejumlah fasilitas kantor kecamatan dirusak. Beberapa barang, seperti kursi, meja, dan spanduk dibakar. Warga pun mengusir para pegawai yang tengah bekerja di kantor kecamatan.

Bahkan, mereka sampai mengibarkan bendera setengah tiang di halaman kantor Kecamatan Rumpin sebagai simbol duka warga Rumpin. Tidak sampai disitu, warga juga memblokir seluruh akses jalan masuk menuju Rumpin.

Dalam aksinya, mereka mengajukan sejumlah tuntutan. Beberapa di antaranya adalah perbaikan infrastruktur terutama jalan, pembatasan mobil-mobil bermuatan besar, dan solusi kesehatan bagi masyarakat yang terkena gangguan pernapasan.

Jika tak diperhatikan, warga menuntut pindah wilayah administratif dari Kabupaten Bogor, Jawa Barat ke Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.

Sejumlah ruas jalan di Kecamatan Rumpin rusak parah

Pemkab Bogor Menjawab

Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Bogor Eddy Wardhani mengakui perbaikan jalan rusak di  Kecamatan Rumpin memang tersendat karena menunggu proses lelang.

Pemerintah Kabupaten Bogor sendiri sebenarnya sudah mengalokasikan dana sebesar Rp 53,3 miliar pada 2016. Dana ini digunakan untuk membangun dan memperbaiki empat ruas jalan.

Yakni, Jalan Garendong-Janala sepanjang 2 kilometer dengan anggaran sebesar Rp 9,9 miliar, perbaikan jalan Gobang-Cidokom dengan anggaran 6,3 miliar, Jalan Leuwiliang-Kampung Sawah dengan anggaran Rp 11,5 miliar, Jalan Cicangkal-Gunung Sindur dengan anggaran sebesar Rp 5,4 miliar.

“Total anggaran perbaikan jalan di wilayah Rumpin sebesar 53,3 miliar, dengan rincian pembangunan fisik sebesar Rp 33,3 miliar dan sisanya untuk pemeliharan,” kata Eddy, saat dikonfirmasi.

Namun, saat ini, proses  lelang sudah rampung. Tinggal menunggu Surat Perintah Kerja (SPK). Rencananya, seluruh proyek pembangunan fisik di Kabupaten Bogor berlangsung pada awal Agustus 2016. Targetnya, beres pada Desember nanti.

Adapun untuk ruas jalan di Rumpin, pihaknya akan membangun jalan beton dengan ketebalan 27 hingga 30 sentimeter karena ruas jalan itu kerap dilalui truk-truk tambang dengan tonase mencapai 60 ton.

Selain itu, Pemkab Bogor sedang merencanakan pembangunan jalan khusus tambang di empat kecamatan yakni Rumpin, Cigudeg, Gunung Sindur dan Parung Panjang. “Tapi khusus jalan panjang ini digagas oleh Pemprov Jabar, sekarang masih dikaji oleh Bappeda,” tandasnya.

( infonitas.com )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here