UDARA DI RUMPIN TAK LAYAK DIHIRUP

118
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Akibat maraknya aktivitas pengangkutan galian C, kualitas udara di Kecamatan Rumpin dan Gunung Sindur, tak layak dihirup paru-paru manusia, pasalnya udaranya telah bercampur dengan debu.

“Kami baru bisa menghirup udara segar dan sejuk ketika menjelang Idul Fitri, tapi setelah itu udara kembali kotor, apalagi ketika cuaca sedang panas,” ungkap Nasri, warga Kampung Leuwiranji, Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin, Jum’at (15/07).

Hal serupa dikatakan Mamad,  warga Kampung Gerandong, Desa Kampung Sawah, Kecamatan Rumpin. Menurutnya, udara yang segar menjadi kebutuhan vital bagi kesehatan manusia. “Memang dampak negatif akibat debu tidak terasa langsung. Tapi yang jelas jika terhirup secara rutin akan merusak pernafasan dan juga merusak organ penglihatan,” ujarnya.

Mahdi menambahkan, saat ini yang tersisa dan masih menjadi menu rutin harian adalah jalan rusak yang belum juga diperbaiki pihak pemerintah. “Entah kapan diperbaikinya jalan yang rusak ini. Apalagi jalan-jalan disini juga kebanyakan tanpa lampu PJU. Jadi memang berbahaya harus hati-hati dan waspada,” ungkapnya.

Ujang Supriadi (52) warga Desa Cibinong, Kecamatan Gunung Sindur mengaku, sedikit lega dengan tidak adanya lalu lalang kendaraan pengangkut hasil tambang. “Selain udara bersih dan sedikit mengurangi polusi, tidak adanya kendaraan tambang yang bermuatan tonase tinggi justru membuat jalan terawat dan tidak cepat rusak,” katanya.  (Iwan/zah)

( bogoronline.com )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here