Pemkot Depok Tidak Berencana Untuk Mengurangi Tenaga ASN

110
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | DEPOK –  Adanya rencana Pemerintah Pusat untuk melaksanakan rasionalisasi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada tahun 2017 mendatang membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengeluarkan pernyataan bahwa di wilayahnya akan dipastikan tidak akan melakukan hal tersebut.

Pernyataan tersebut berkenaan dengan masih banyaknya kursi pegawai yang kosong serta minimnya pegawai untuk melayani kebutuhan masyarakat kota Depok yang kini jumlahnya sudah memasuki angka 2.030.000 jiwa. Belum lagi dengan adanya migrasi dari beberapa daerah seperti pada pasca lebaran yang diprediksikan akan meningkat hingga 3,7 persen.

Agar tidak terjadi ketimplangan di beberapa unit pelayanan masyarakat, Pemkot Depok pun harus memutar otak agar setiap unit dapat berjalan dengan baik serta mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat yang optimal seperti memberikan tugas tambahan kepada sejumlah ASN meskipun tidak diberikan uang tambahan.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Depok, Sri Utomo mengatakan, hingga sampai saat ini, jumlah ASN yang ada di wilayah kota Depok hanya berjumlah sebanyak 7.949 orang. Jumlah tersebut dianggapnya masih kurang ideal untuk melayani tiga juta jiwa masyarakat kota Depok. Jumlah ideal yang dianggapnya cukup untuk menggerakkan seluruh unit pelayanan masyarakat dan yang lainnya diperkirakan berjumlah 15.000 orang.

“Saat ini, kami masih kekurangan ASN. Untuk rencana rasionalisasi pemerintah pusat terhadap ASN itu adalah kebijakan mereka. Kalau di daerah lain ya silakan saja dilakukan, namun untuk di kota Depok hingga kini kami masih kewalahan melayani kebutuhan masyarakat akibat kekurangan tenaga ASN,” tuturnya kepada awak media, Kamis (14/07/2016).

Sri mengungkapkan, jumlah ASN di Depok yang hanya berjumlah separuh dari angka ideal pada tahun 2016 ini juga akan mengalami penyusutan sebanyak 182 pegawai dikarenakan sudah memasuki masa pensiun. Ditambah lagi dengan belum dibukanya gelombang penerimaan ASN angkatan baru untuk menutupinya yang berimbas kepada semakin menyusutnya tenaga ASN.

“Yang akan pensiun saja pada tahun ini sudah cukup banyak, pastinya jumlah ASN akan berkurang. Ditambah lagi dengan belum adanya penerimaan ASN angkatan baru alhasil tenaga yang kami miliki semakin menyusut,” katanya.

Meski pihaknya telah memberlakukan sistem multitasking kepada sejumlah ASN dikarenakan banyaknya posisi unit pelayanan masyarakat yang kosong, namun sampai dengan saat ini pegawai yang ada tetap menjalaninya meski harus bekerja lebih ekstra. Ini dikarenakan oleh adanya kesadaran para pegawai yang menganggap hal tersebutml merupakan kewajiban yang harus dijalani.

Ia juga menegaskan, meskipun kota Depok masih kekurangan tenaga ASN, namun bukan berarti unit pelayanan masyarakat tidak berjalan dengan baik. Pemkot Depok terus berusaha semaksimal mungkin berupaya memberikan yang terbaik kepada masyarakat walaupun dalam keadaan minim tenaga ASN terbukti dengan adanya sejumlah prestasi gemilang yang dicapai Pemkot Depok hingga kini.(Izl)

( hariandepok.com )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here