Ortu Korban Vaksin Palsu Datangi RSIA Sayang Bunda Bekasi Minta Penjelasan

207
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BEKASI – RSIA Sayang Bunda yang ada di daerah Pondok Ungu, Bekasi, menjadi salah satu rumah sakit pengguna vaksin palsu sesuai data dari Menteri Kesehatan Nila Moeloek. Para orang tua korban penerima vaksin palsu itu pun mendatangi RSIA Sayang Bunda untuk meminta klarifikasi.

Pantauan di lokasi, Jl Raya Pondok Ungu Permai, Bekasi Utara, orang tua korban vaksin palsu mulai berdatangan sejak sore hingga malam ini, Kamis (14/7/2016). Setidaknya ada sepuluh orang tua yang anaknya mendapat vaksin di RSIA Sayang Bunda mendatangi rumah sakit tersebut.

Mereka ada yang membawa anaknya mulai dari yang masih balita, hingga ada yang sudah berusia sekitar 9 tahun. Namun ada juga orang tua yang tidak membawa anaknya. Mereka menuntut penjelasan pihak rumah sakit terkait pemberitaan yang ada di media soal RSIA Sayang Bunda sebagai salah satu pengguna vaksin palsu.

orang tua korban vaksin palsu menunggu pihak RSIA Sayang Bunda memberi penjelasan. Foto: Ahmad Masaul/detikcom

“Saya mau konfirmasi, anak saya di sini vaksinnya. Sekitar Rp 500 ribuan sekali vaksin, katanya vaksin impor dan katanya anak jadi enggak panas (usai divaksin). Ini enggak berbekas,” ujar salah satu orang tua korban vaksin palsu yang mendatangi RSIA Sayang Bunda, Endang (38).

Warga Perumahan Candra Baga ini mengatakan anaknya kini berusia empat tahun dan sudah mendapat 7 kali vaksin dari rumah sakit ini. Endang melanjutkan memberi vaksin anaknya di RSIA Sayang Bunda setelah pindah dari kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

“Pas dua tahun anak saya kena campak padahal udah divaksin. Makanya saya mau minta penjelasan,” ucapnya.

Para orang tua ini hanya ditemui orang resepsionis RSIA Sayang Bunda. Tak ada dokter maupun pihak manajemen yang menemui mereka untuk memberikan penjelasan. Pihak resepsionis mengaku sudah bertanya kepada dokter jaga di rumah sakit itu namun para dokter menyatakan tidak mengetahui perihal masalah vaksin palsu ini.

Hingga saat ini para orang tua korban vaksin palsu masih berada di lobby rumah sakit menuntut penjelasan. Mereka mengatakan akan ada banyak orang tua lagi yang sedang menuju rumah sakit dengan tujuan serupa.

Buku catatan vaksin anak RSIA Sayang Bunda. Foto: Ahmad Masaul/detikcom

“Anak saya sudah 2 tahun 2 bulan. Semenjak lahiran di sini. Mulai dari vaksin Hepatitis B, DPT, Polio, HIB, Campak. Saya mau konfirmasi. Apa saja yang palsu dan bagaimana kelanjutan anak saya,” kata orang tua korban vaksin lainnya yang mendatangi RSIA Sayang Bunda, Mistiatin (32).

detikcom sudah berusaha meminta keterangan dari pihak rumah sakit. Namun manajemen RSIA Sayang Bunda dinyatakan sudah pulang. Terlihat dua orang satpam berjaga di sekitar orang tua korban vaksin palsu menunggu.

Sebelumnya diberitakan, Kepala RSIA Sayang Bunda dr HUD sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri. dr HUD diketahui sengaja memerintahkan bagian pengadaan untuk membeli barang dari CV Azka Medika padahal ia mengetahui CV penyedia vaksin palsu itu bukanlah distributor vaksin resmi.

RSIA Sayang Bunda juga merupakan salah satu rumah sakit yang diperiksa pihak kepolisian terkait 14 rumah sakit yang menggunakan vaksin palsu. Polisi menyelidiki apakah ada unsur kesengajaan dalam pengadaan vaksin palsu itu.

“Hari ini dua rumah sakit kami periksa, RS Harapan Bunda Ciracas Jakarta Timur dan RSIA Sayang Bunda Pondok Ungu, Bekasi,” jelas Dir Tipid Eksus Bareskrim Polri Brigjen Agung Setya, Kamis (14/7).
(elz/bag/detik.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here