Janda Asal Sukabumi Dijual Rp 50 juta di Kabupaten Bangka

163
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | SUKABUMI – Mendung menggantung di wajah YY (25) janda berparas manis ini tampak sulit melupakan pengalaman buruk yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. wanita asal Sukabumi ini sudah hampir satu tahun berada di Babel dan dipaksa menjadi wanita penghibur di salah satu kafe kawasan Desa Penganak, Jebus, Kabupaten Bangka Barat Provinsi Bangka Belitung. Dia diduga YY adalah korban perdagangan manusia atau trafficking.

YY menghela napas panjang. Sesaat kemudian ia melanjutkan ceritanya, “Saya terjebak rayuan manis teman satu kampungnya, yang menawarkan bekerja sebagai pegawai restoran dengan gaji Rp 1,2 juta per bulan. Ternyata, saya dipekerjakan sebagai Pekerja Seks Komersial. Siapa yang enggak malu sudah ternoda seperti ini?” lanjut YY dengan suara pelan.

Nasib kelam YY memang bermula atas bujuk rayu EV, tetangga dekat rumah mereka. Menurut YY, tetangganya itu dikenal sebagai calo pencari tenaga kerja. Dia merayu saya agar mau kerja di Bangka. Gaji Rp 1,2 juta perbulan bersih karena makan ditanggung. Karena kesulitan ekonomilah YY terpaksa berangkat juga dengan meninggalkan dua anak yang masih kecil-kecil.

Hari keberangkatan pun disepakati . Keberangkatan YY ke tanah rantau tentunya jadi harapan baru keluarga, sepanjang perjalanan YY pun berdoa untuk anaknya yang ditinggalkan. Namun setibanya di Bangka YY malah dipekerjakan di Kafe. Rasa jengkel marah dan sedih campur baur. Betapa tidak teman sekampungnya ternyata menjual dirinya ke pemilik kafe Rp 50 juta. Tak ada jalan lain YY hanya bisa pasrah. Selama setahun dia bertahan sambil mencari jalan untuk kabur. Hatinya berontak ketika dipaksa melayani hidung belang

Pada suatu waktu, kesempatan utnuk kabur pun ada. Beruntung berkat pertolongan seseorang, dia berhasil kabur menuju Pelabuhan Pangkalbalam untuk pulang ke kampung halaman. Saat tiba di Pelabuhan Pangkalbalam, YY bertemu dengan anggota polisi KPPP Pangkalbalam, kemudian diantar ke Kantor Dinsosnaker Kota Pangkalpinang.

“Saya ini bekerja jauh untuk anak saya di kampung. Selama satu tahun ini, tidak tahu kabarnya bagaimana. Saya tidak mau bekerja seperti ini pak, rencananya sepulang saya ke kampung, mau laporkan teman saya itu. Karena saya sudah ditipu dan dijual ke pemilik kafe seharga Rp 50 juta, ” ujarnya.

(DAR/fokusjabar.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here