Bandung International Digital Arts Festival 2016 hadirkan Ghost Komungo

129
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BANDUNG – Bandung International Digital Arts Festival (BIDAF) digelar untuk ketiga kali mulai 15-17 Juli 2016. Sajian utama festival seni bertaraf internasional ini adalah pertunjukan seni intermedia bertajuk “Ghost Komungo” persembahan Jin Hi Kim dan Benton Bainbridge.

Seni intermedia tersebut diilhami kunjungan Hi Kim (komponis Korea Selatan) dan Bainbridge (senirupawan digital Amerika Serikat) ke Indonesia. Elemen verbal yang digunakan dalam pertunjukan itu bahkan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Dalam setiap pertunjukan “Ghost Komungo”, Hi Kim (59) memainkan alat musik tradisional sejenis sitar yang disebut geomungo atau komungo. Bainbridge (50) bertugas memberikan visualisasi dari musik yang dimainkan menggunakan kombinasi antara medium analog dan digital.

Satu nama lain yang turut andil dalam pertunjukan kolaboratif ini adalah Alex Noyes (desainer suara), sang pencipta program bernama Ghost yang dibuat terlihat dengan laser dan dikendalikan oleh sinyal elektronik dari komungo.

Kehadiran “Ghost Komungo” dimaksudkan untuk membuka kesempatan bagi generasi muda agar mengenal langsung program-program seni digital di dalam maupun luar negeri. Pengenalan berbagai bentuk seni digital yang terus menghadirkan kebaruan adalah tujuan diadakannya BIDAF.

“Acara ini sejak awal ingin mengenalkan Bandung sebagai jaringan seni digital yang menjanjikan di dunia. Juga sebagai penanda bahwa Indonesia membuka diri terhadap informasi digital dari dunia luar yang ditampilkan oleh tokoh seniman dunia dan lembaga pendidikan dari negara-negara lain,” ujar Franki Raden, Ketua BIDAF 2016, dalam siaran persnya kepada Beritagar.id, Kamis (14/7/2016).

Kegiatan BIDAF yang tahun ini berlangsung di Bandung Convention Centre meliputi pameran dagang, pertunjukan, seminar, lokakarya, serta demonstrasi pendidikan dan produk teknologi seni digital terbaru.

Dalam kegiatan tersebut akan disuguhkan berbagai pameran seni video, robot, instalasi, fotografi digital, animasi, permainan video, dan musik. Sekitar 75 komunitas seni digital dalam dan luar negeri turut berpartisipasi dalam acara yang menghabiskan anggaran Rp 1,8 miliar tersebut.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, mengatakan bahwa era digital tidak dapat dibendung. “Era ini pasti datang, jadi harus diantisipasi. Festival ini salah satu bentuk bagi Indonesia untuk mengantisipasi,” ujarnya dilansir Kompas.com (14/7).

( kompas.com )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here