Agen Asuransi Dibekuk karena Jadi Polisi Gadungan

96
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | DEPOK – Aparat Kepolisian Resort Kota (Polresta) Depok mengamankan seorang polisi gadungan, yakni Andriawan (38), dari rumah kontrakannya di wilayah Palsi Gunung, Cimanggis, Depok, Rabu (13/7/2016) siang.

Andriawan mengaku sebagai anggota kepolisian berpangkat Kompol dan bertugas di Polda Metro Jaya.

Dari rumah kontrakannya, polisi menyita sejumlah atribut kepolisian milik pelaku yang dipakai untuk melancarkan aksinya sebagai polisi gadungan.

Barang bukti itu yakni kaos ‘Turn Back Crime’ yang juga bertuliskan Sat Reskrimum Agung Bachtiar SH MH, badge kepolisian, HT beserta chargernya, sepatu dinas polisi, dua kartu debit BRI, tiga kartu kredit BCA, 4 tiket commuter line, dan uang Rp 584.000.

Kasat Reskrim Polresta Depok Komisaris Teguh Nugroho menuturkan dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa sebenarnya Andriawan berprofesi sebagai agen asuransi jiwa.

“Pelaku sebenarnya seorang agen asuransi jiwa. Namun diberbagai kesempatan mengaku juga sebagai polisi untuk menipu warga,” kata Teguh, Kamis (14/7/2016).

Sampai kini, kata Teguh, untuk sementara diketahui korban penipuan pelaku dua orang. “Korban pertama identitasnya digunakan pelaku karena KTP korban dipegang pelaku. Kerugian korban pertama adalah, sebuah HP,” kata Teguh.

Meski baru ada dua korban, kata Teguh, pihaknya masih mendalami kasus ini untuk melihat kemungkinan ada korban lainnya.

Menurut Teguh untuk membuat korban percaya pelaku kerap mengenakan kaos turn back crime. “Baju dibeli tiga bulan lalu dengan menyisihkan penghasilannya dari agen asuransi. Termasul badge kepolisian dan sepatu seperti sepatu dinas polisi,” kata Teguh.

Teguh mengatakan pelaku mengaku membeli semua atrribut kepolisian itu di daerah Pasar Senen, Jakarta Pusat sebesar Rp 500 Ribu.

Sebelumnya Kapolresta Depok Kombes Harry Kurniawan menyebutkan bahwa diduga kuat pelaku sudah menipu sejumlah korbannya untuk mendapatkan uang dengan modus pengurusan administrasi di kepolisian, serta juga agar pelaku bebas membawa sejumlah teman perempuannya ke kontrakan.

“Polisi gadungan itu menipu warga sekitar kontrakan, agar mudah membawa perempuan ke kontrakannya. Diduga juga pelaku sudah menipu warga lainnya untuk mendapatkan keuntungan,” kata Harry.

Menurut Harry, terungkapnya kasus ini berawal dari laporan warga di sekitar Universitas Gunadarma di Jalan Akses UI, tak jauh dari rumah kontrakan pelaku.

Dari sana pelapor mencurigai adanya oknum polisi berpangkat Kompol yang juga mengaku lulusan Akademi Kepolisian angkatan 1999, telah menyalahgunakan wewenangnya.

“Setelah kami dalami dan pelaku dibekuk, ternyata hanya mengaku sebagai polisi saja, atau gadungan,” katanya.

Saat dibekuk katanya pelaku mengaku sebagai Mariva Lumban Gaol dengan menunjukkan KTP sesuai nama di KTP tersebut.

Namun ternyata sang pemilik KTP mengaku pernah ditipu Andriawan.

“Pelaku mengaku polisi di Polda Metro Jaya sebagai Kasubdit Jatanras. Ia minta HP dan KTP korban untuk diperiksa katanya untuk kasus tertentu. Ternyata HP-nya dijual dan KTP-nya dipakai untuk identitas palsu juga untuk mengaku sebagai anggota polisi,” kata Harry.

Pemilik KTP yakni Mariva, kata Harry, baru mengetahui bahwa KTP-nya disalahgunakan pelaku, setelah tetangganya yang merupakan anggota Polda Metro Jaya memberitahu soal penangkapan Andriawan.

Pihaknya, kata Harry, masih memeriksa pelaku lebih dalam, untuk mengungkap korban lainnya. “Karena diperkirakan korban dari aksi pelaku sudah cukup banyak,” katanya.

( wartakota.tribunnews.com )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here