Jalan R3 Mangkrak, Warga Pertanyakan Nasib Tanahnya

184
0
SHARE
BHARATANEWS.ID | BOGOR – Pemilik 1.987 meter persegi Siti Khodijah mempertanyakan nasib tanah miliknya yang akan digunakan untuk pembangunan Jalan Regional Ring Road (R3) yang diimpikan akan menjadi pengurai kemacetan Kota Bogor yang kini mangkrak.
Sejak pembebasan lahan proyek Jalan Regional Road (R3) seksi 2 tahun 2011 lalu, hingga kini belum mendapatkan lahan pengganti atau ruislag yang dijanjikan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.
Hal itu juga terjadi di seksi 3 sembilan bidang tanah milik masyarakat masih belum diambil uang konsinyasinya di Pengadilan Negri (PN) Bogor. Pihak PN pun menyarankan agar masyarakat yang tidak setuju nilai konsinyasi mendatangi Pemkot Bogor untuk kembali bernegosiasi.
Sementara satu bidang tanah seluasa 1.100m2 milik M. Atoillah telah dicabut konsinyasi di PN Bogor dan akan diruislag dengan lahan Fasos dan Fasum Mutiara Bogor Raya (MBR).
Proyek R3 seksi 2 juga antara Villa Duta – Parung Banteng senilai Rp 23,8 miliar masih menyisakan pengerjaan betonisasi yang belum tuntas di lahan seluas 1.987 meter persegi.
Siti Khodijah lewat kuasanya Salim Abdullah memohon ruislag dengan sebidang tanah eks PT PPA seluas 2.410 meter persegi. Tanah ini terletak tak jauh dari proyek jalan R3 seksi 2 di Kelurahan Katulampa, Bogor Timur, Kota Bogor.
“Pemkot Bogor pernah berjanji akan menyelesaikan proses ruislag pada sebidang tanah seluas 1.987 meter persegi dengan sebidang tanah eks PT PPA. Namun, seiring perjalanan proses penyelesaian ini terkendala lantaran adanya tanah warga yang akan terhalang ketika ruislag itu dilakukan. Makanya hingga saat ini ruislag menjadi kendala antara pihak Pemkot dengan pemilik tanah,” beber pria yang akrab disapa Aab
Aab melanjutkan, hal serupa terjadi pula dalam proses ruislag sebidang tanah 1.100 meter persegi pada R3 seksi 3 dengan eks fasos fasum Perumahan MBR. Padahal bila mengacu pada UU Agraria Tahun 1960 dan Tahun 2006 serta Perpres 2/2012, disebutkan proses ruislag dilaksanakan selama 60 hari kerja.
“Tapi hingga saat ini belum juga terealisasi terlebih surat keterangan (SK) Walikota Bogor sudah dikeluarkan sebanyak 2 kali oleh P2T. Saya berharap persoalaan ini segera diselesaikan,” jelasnya.
Sementara Sekretaris Daerah Kota Bogor, Ade Sarip Hidyat mengatakan, dirinya akan berterimakasih apabila warga ikut berpartisipasi di pembangunan R3. Sedangkan untuk dana pembebasan menurutnya sudah disiapkan di Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bogor.
“Untuk yang mau dibayar ada anggarannya, tapi untuk yang ruislag memang ada tanahnya di Seksi 2 memang masih diurus kementerian. Seksi 3 sendiri Fasos dan Fasum MBR sudah diserahkan ke Pemkot Bogor, akan secepatnya diruislag,” tegasnya. [ito]
( inilahkoran.com )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here