Arya, Bocah Obesitas Sempat Bolak-balik RSHS

112
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BANDUNG – Pasien anak, Arya Permana (10) penderita obesitas asal Pasir Pining Desa Cipurwasari telah menjalani pengobatan di RSUP Hasan Sadikin Bandung sejak Senin 11 Juli 2016.

Baberapa hari sebelum kedatangan Arya, pihak RSHS telah berkomunikasi dengan keluarga dan instansi terkait berkenaan dengan rencana perawatan Arya.

Berdasarkan siaran pers Selasa 12 Juli 2016, pada 2 Juli 2016 lalu pasien berobat jalan ke RSHS dengan keluhan utama berat badan yang terus meningkat.

Menurut keterangan keluarga Arya, berat badan dirasakan terus meningkat sejak 5 tahun terakhir. Pada saat usia 5 tahun, berat badan Arya 90 kg. Saat ini berat badan Arya mencapai 190 kg.

Keluhan disertai dengan sesak nafas yang dirasakan sejak 1 tahun sebelum masuk rumah sakit (SMRS). Keluhan sesak nafas dirasakan terutama ketika berjalan. Arya hanya mampu berjalan sejauh 30 meter dan mengeluhkan sulit dalam berdiri, berjalan, dan berpakaian sendiri. Arya hanya bisa tidur dengan posisi telungkup.

“Karena keluhannya, Arya sempat dibawa berobat ke puskesmas setempat pada 4 bulan SMRS dan disarankan untuk diet. Namun karena tidak ada perbaikan kondisi, Arya kemudian dirujuk ke RSHS oleh Kadinkes Kabupaten Karawang untuk perawatan lebih lanjut,” kata Kepala Humas dan Protokol RSHS, Nurul Wulandhani.

Arya pernah berobat ke poliklinik gizi RSHS pada 11 Juni 2015 dan 18 Juni 2015. Setelah menjalani seluruh pemeriksaan di RSHS, pasien meminta pulang untuk mengurus BPJS dan baru kembali ke RSHS pada 2 Juli 2016.

Dari wawancara yang dilakukan tim dokter, kata Nurul, Arya makan 4-5 kali sehari sebanyak 2 porsi, lauk 1 potong, dan sayur 1 porsi. Makan mi instan setiap hari, sekali makan 2 bungkus. Arya juga gemar mengkonsumsi minuman kemasan manis sebanyak 20 kotak sehari dan hobi mengonsumsi es krim.

Total kalori yang dikonsumsi dalam sehari menurut dietary recall yang dilakukan tim gizi RSHS mencapai 6.000 kkal sebelum dilakukan diet dan 3 bulan terakhir setelah dilakukan diet sebanyak 3.000 kkal. Sejak 4 bulan lalu, penderita disarankan diet dan berat badan penderita turun 4 kg setelah menjalani diet.

“Penderita lahir dari ibu P2 A0, lahir cukup bulan, lahir spontan ditolong paraji, saat lahir langsung menangis dengan BBL 3.600 gram. Ibu penderita rutin kontrol ke bidan setiap bulan dan hanya mengkonsumsi obat-obatan yang diberikan bidan,” kata dia.

Terkait obat-obatan, Arya tidak memiliki riwayat mengkonsumsi obat-obatan saat dalam kandungan. Riwayat ibu sakit berat saat hamil pun tidak ada. Arya mendapatkan imunisasi dasar lengkap. Saat ini Arya duduk di kelas 4 SD dan dapat mengikuti pelajaran dengan baik.***

-pikiran-rakyat.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here