Pria yang Pernah Hina Jokowi Diciduk di Puncak karena Penculikan Bocah

116
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | DEPOK – Seorang pemuda asal Depok M Arsyad (26) yang pernah mendekam di sel karena penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) ditangkap petugas keamanan vila di Puncak Bogor, Jawa Barat. Pelaku ditangkap setelah petugas curiga karena bocah F (10) yang dibawanya menangis dengan keras. Tersangka ditangkap setelah menculik bocah di sebuah kolam renang di Cilodong, Depok.

Kapolresta Depok Komisaris Besar Harry Kurniawan mengatakan, korban dirayu pelaku dan langsung dibawa ke kawasan Puncak, Bogor. Tergiur rayuan pelaku, korban pun ikut perintah pelaku. Dengan menggunakan sepeda motor, awalnya pelaku mengajak jajan ke sebuah mini market di Puncak. ‚ÄúDengan iming-iming jajanan, korbannya akhirnya mau,” kata Harry, saat dikonfirmasi, Selasa (12/7).

Setelah itu, kata dia, korban dibawa ke sebuah villa. Di sana, korban menangis tak henti-henti. “Pihak keamanan vila curiga. Akhirnya pelaku digerebek oleh petugas keamanan dan warga dan selanjutnya diserahkan ke Polsek Cisarua,” ungkapnya.

Pelaku pun diamankan di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Depok. Sedangkan korban berinisial F sampai saat ini masih syok berat. Kasusnya masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Pelaku dijerat UU Perlindungan anak. “Kami sedang usut apakah motifnya uang atau hal yang lain. Sebab, beberapa waktu lalu kami juga mendapati laporan serupa dengan modus dan gaya yang nyaris sama,” tambah Herry

Muhammad Arsyad alias Imen (26) penculik F (10) di Depok pernah ditahan Bareskrim Polri. Saat itu Arsyad membuat heboh lantaran tukang sate itu menyebar foto penghinaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2014 silam. Arsyad karena melakukan penghinaan lewat facebook setelah mengedit gambar Jokowi dan Megawati dan gambar yang tak pantas. Tapi kemudian Arsyad dilepas polisi karena saat itu Jokowi memberi maaf.

( beritasatu.com )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here