Andy Murray Akhirnya Tuntas

97
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | SPORT – ANDY Murray harus menanti cukup lama untuk bisa merasakan lagi nikmatnya meraih titel Grand Slam. Penantian petenis Britania Raya itu berakhir setelah tiga tahun.

Murray baru saja menjuarai Wimbledon 2016. Dia tampil sebagai kampiun setelah mengalahkan petenis Kanada, Milos Raonic, di final dengan skor 6-4, 7-6(3), dan 7-6(2), Minggu (10/7).

Bagi Murray, gelar di Wimbledon tahun ini adalah gelar ketiganya di turnamen Grand Slam. Dia sebelumnya menjuarai Amerika Serikat Terbuka 2012 dan Wimbledon 2013.

Sebelum akhirnya menyudahi puasa gelar di turnamen grand slam, Murray harus beberapa kali merasakan pahitnya kekalahan di partai-partai besar.

Dia harus mengakui keunggulan Novak Djokovic di final Australia Terbuka 2015, Australia Terbuka 2016, dan Prancis Terbuka 2016. Di Wimbledon tahun ini, Murray tak harus berjumpa Djokovic karena rival beratnya itu tersisih di babak ketiga.

“Saya benar-benar bangga karena mampu untuk menjadi juara lagi setelah banyak kekalahan yang berat di babak-babak akhir grand slam selama beberapa tahun terakhir,” ujar Murray seperti dikutip Reuters.

“Kemenangan ini terasa lebih spesial karena kekalahan-kekalahan berat,” tambah petenis berusia 29 tahun itu.

Murray memandang Wimbledon adalah ajang yang sangat sulit dimenangi bagi semua petenis papan atas dunia.

“Saya juga bangga bisa kembali mengangkat trofi karena saya sadar betapa sulitnya untuk memenangi kompetisi ini meski cuma sekali. Bisa jadi juara di sini dua kali, sebuah event di mana ada banyak tekanan pada saya untuk tampil bagus … saya sangat bangga dengan bagaimana saya menghadapi hal itu,” tutur Murray.

Secara khusus, Murray memberikan pujian kepada Raonic. Murray menyebut Raonic mengalami perkembangan skill yang luar biasa.

Hal itu dapat terlihat ketika petenis berusia 25 tahun tersebut mengalahkan pemegang 17 gelar grand slam, Roger Federer, di semifinal Wimbledon 2016.

Pertandingan berjalan ketat, sebab berlangsung hingga lima set. Raonic mengakhiri laga dengan kemenangan 6-3, 6-7, 4-6, 7-5 dan 6-3. Raonic sendiri memang tampil sensasional sepanjang 2016.

Sebelumnya, Raonic sukses menembus final Australia Terbuka 2016. Namun di partai puncak, Raonic harus takluk dari petenis nomor satu dunia yakni Novak Djokovic.

“Saya bermain sangat baik di laga tadi. Milos (Raonic) sudah terbiasa bermain di lapangan rumput dan sukses mengalahkan Roger Federer di semifinal dengan permainan yang luar biasa,” jelas Murray.

“Raonic adalah salah satu petenis dengan etos kerja yang luar biasa. Setiap kali saya menghadapinya, level permainannya selalu meningkat,” urai petenis pemegang tiga gelar grand slam itu. (bsf)

( inilahkoran.com )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here