Duh…. 13.366 Siswa di Bandung Tak Lolos ke Sekolah Negeri

116
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BANDUNG – Sebanyak 13.366 siswa terpaksa harus bersekolah di sekolah swasta karena tidak lolos dalam saringan masuk sekolah negeri melalui Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) Kota Bandung yang telah resmi ditutup.

Untuk melihat hasil PPDB, para orang tua siswa dapat melihatnya melalui website resmi PPDB Kota Bandung, yakni ppdb.bandung.go.id. Berdasarkan data dari sistem PPDB, sebanyak 55.526 siswa telah diterima di sekolah negeri Kota Bandung, terdiri dari 28.254 siswa setingkat SD, 14.146 siswa setingkat SMP, 6.800 siswa SMA, dan 3.326 siswa SMK. Sedangkan, jumlah pendaftar keseluruhan adalah 68.892 siswa.

Berdasarkan itu, Dinas Pendidikan Kota Bandung menyatakan telah siap melakukan pendampingan untuk pendaftaran ke sekolah swasta kepada para siswa yang belum diterima di sekolah negeri, terutama bagi siswa yang masuk kategori Rawan Melanjutkan Pendidikan. Pelayanan pendampingan akan dimulai pada 11 Juli 2016 di kantor Dinas Pendidikan Kota Bandung, Jl. Ahmad Yani No239, Bandung.

Wali Kota Bandung M Ridwan Kamil beserta Ketua DPRD Kota Bandung, Isa Subagdja telah berkomitmen untuk menyelenggarakan pendidikan yang sebaik-baiknya di Kota Bandung. Tak hanya di sekolah negeri melainkan di sekolah swasta. Keduanya sepakat agar seluruh anak harus mendapatkan akses terhadap pendidikan, tanpa terkecuali. Bagi mereka, pendidikan adalah hak dan tugas pemerintahlah untuk memastikan seluruh warganya mendapatkan hak tersebut.

“Tidak ada anak yang tidak mendapatkan pendidikan yang layak di Kota Bandung,” ujar Ridwan Kamil dalam Konferensi Pers PPDB di Ruang Rapat Pendopo, Senin (4/7).

Untuk mewujudkan hal tersebut, Ridwan dan Isa setuju untuk memberikan bantuan biaya pendidikan bagi siswa kategori Rawan Melanjutkan Pendidikan. DPRD akan mengalokasikan anggaran lebih untuk pendidikan yang akan dicanangkan pada anggaran perubahan.

“Di anggaran perubahan kita akan tingkatkan dana pendidikan, sehingga warga yang tidak mampu, baik di negeri atau swasta tidak perlu keluar biaya,” jelas Ridwan Kamil. Usai keputusan ini, Ridwan Kamil menginstruksikan kepada Kepala Dinas Kota Bandung, Elih Sudiapermana untuk membuat surat penjaminan dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.

Berdasarkan laporan Disdik Kota Bandung, pelaksanaan PPDB tahun ini relatif lebih lancar dibandingkan dua tahun sebelumnya. Angka pengaduan menurun drastis, dari 900-an menjadi kurang dari 100. Pengaduan PPDB sebagian besar karena masyarakat kurang teliti dalam membaca alur dan prosedur PPDB tahun ini.

Hal ini karena proses sosialisasi PPDB sudah dilakukan dengan jauh lebih baik. Sosialisasi dilakukan dari jauh-jauh hari dengan melibatkan para kepala sekolah. Sekolah bahkan telah mengadakan pertemuan dengan para orang tua siswa untuk menjelaskan proses PPDB yang terdiri dari 10 jalur masuk ini.

Meskipun demikian, proses PPDB secara online ini bukan berarti tanpa terjadi pelanggaran. Beberapa pelanggaran terjadi, seperti pemalsuan sertifikat olahraga pada pendaftaran non akademik jalur prestasi. Pelaku pelanggaran tersebut telah ditindak tegas dengan melibatkan pihak kepolisian.

Elih menegaskan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya preventif guna menghindari adanya pelanggaran maupun intervensi dalam proses PPDB ini. Sistem komputerisasi yang disusun oleh Disdik Kota Bandung telah mampu menjadi benteng dari segala bentuk intervensi pihak luar terhadap hasil PPDB. (mur)

-pojoksatu.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here