Sopir Angkot dan Penumpang Jadi Korban Penembakan Seorang Mahasiswa

148
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Seorang sopir angkutan kota (angkot) dan penumpangnya ditembak pengendara mobil saat melintas di Jalan Raya Mayjen Ibrahim Adji, Kelurahan Sindangbarang, Kota Bogor, Jawa Barat.

Peristiwa terjadi saat korban bernama Sapri (32), sopir angkot 03 jurusan Baranangsiang-Bubulak bernomor polisi F-1966-CB sedang melaju dari arah Terminal Baranangsiang menuju Bubulak sekitar pukul 23.30 WIB, Sabtu (2/7/2016).

Saat itu ia tengah membawa penumpang bernama Soleha (46) yang juga menjadi korban.

Di saat yang sama, pelaku berinisial ATW (23) yang masih berstatus mahasiswa di universitas swasta di Kota Bogor ini juga melaju dari arah yang sama.

“Kami amankan pelaku yg diduga melakukan penganiayaan menggunakan senjata rakitan jenis revolver. Motifnya pelaku emosi karena saling salip-menyalip dengan korban,” kata Kapolres Bogor Kota, AKBP Andi Herindra kepada TribunnewsBogor.com, Minggu (3/7/2016).

Ia melanjutkan, pelaku yang merupakan seorang mahasiwa semester 4 itu mengendarai mobil sedan Honda Civic bernomor polisi F 1502 RM.

Saat saling salip menyalip berlangsung, pelaku tersulut emosi dan langsung mengarahkan senjata ke arah mobil korban.

Pelaku melepaskan tembakan sekali ke arah mobil korhan hingga pelurunya mengenai korban.

“Menembaknya pada saat masih di dalam kendaraan. Pistolnya jenis revolver rakitan, dan menurut pengakuan pelaku senjata tersebut dibeli dari Bandung,” terangnya.

Atas kejadian ini, korban Sapri mengalami luka di bagian pipi sebelah kiri tembus ke bagian mulut.

Sementara penumpang angkot, Soleha mengalami luka dibagian pelipis kanan bawah akibat terkena pecahan proyektil peluru.

Keduanya dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor.

Setelah mendapat laporan peristiwa tersebut, pihaknya langsung mencari keberadaan pelaku dan diketahui pelaku ada di rumahnya, yakni di Komplek IPB 2, Desa Ciherang kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

“Ada penumpang angkot lainnya yang mengenali pelat nomor pelaku. Dan dari situ kami kembangkan dan dalam waktu satu jam setelah kejadian pelaku kami tangkap di rumahnya,” tuturnya.

Polisi mengamankan satu unit senjata rakitan jenis revolver yang digunakan pelaku, serta lencana berlogo kepolisian.

Kini, pihaknya masih melakukan penyidikan lebih lanjut atas kasus itu.

Pelaku dijerat pasal berlapis, yakni Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api dengan ancaman 20 tahun penjara dan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman dua tahun penjara.

( tribunnews.com )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here