Warga Bogor Kesulitan Tukar Uang Receh

124
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Mendekati lebaran makin sulit menukarkan uang pecahan di wilayah Kabupaten Bogor dan Cipanas Cianjur. Banyak warga yang kecele sekaligus kecewa karena beberapa bank menyatakan tak lagi menyediakan uang pecahan baru semua nominal, baik pecahan Rp2.000, Rp10.000, Rp20.000, Rp50.000, hingga Rp100.000.

“Tidak seperti tahun lalu, kok sekarang sulit dapat uang pecahan baru untuk lebaran. Saya nasabah Bank BCA, tapi cuma dibatasi bisa menukar uang Rp2.000 sebanyak Rp200 ribu,” kata Dadi (40) saat ditemui seusai menukarkan uang di kantor Cabang BCA Begawan, Jalan Pajajaran, Kota Bogor, Jumat (1/7/2016).

Hal senada dikemukakan Juwita, warga Pacet, Kecamatan Cipanas, Cianjur. Ia sudah lebih awal datang untuk menukar uang baru pecahan Rp2000 dan Rp10.000, tetapi sampai di Bank BCA Cipendawa mendapat jawaban uang sudah habis.

“Sejak hari Rabu lalu sudah tidak melayani penukaran pecahan uang baru,” kata Juwita menirukan petugas bank.

Padahal bagi Juwita, dirinya sangat membutuhkan uang pecahan baru untuk kepentingan bagi-bagi rezeki saat Idulfitri nanti kepada sanak saudara.

“Padahal saya tidak butuh banyak sih. Kebetulan ada rezeki mau tukarkan dengan uang baru. Tapi bagaimana lagi, sudah muter ke beberapa bank, sudah habis katanya,” keluh Juwita.

Kondisi ini tak sesuai dengan edaran dari Bank Indonesia (BI) bahwa menghadapi lebaran masyarakat tak perlu gelisah karena uang pecahan kertas baru mencukupi untuk kepentingan masyarakat yang ingin menukarkan uang.

Pantauan INILAH di lapangan, penukaran uang baru digelar tidak terlihat. Begitu pun saat mencoba ke beberapa bank, petugas menyatakan bahwa untuk penukaran uang pecahan sudah tidak lagi bisa dilayani.

“Kami tak lagi menerima distribusi uang pecahan baru. Coba bapak datang ke kantor cabang,” kata petugas Bank BJB di Jalan Pandu Raya, Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara.

Padahal dalam siaran pers-nya, Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat menyiapkan uang baru atau uang layak edar (ULE) senilai Rp16,47 triliun untuk menghadapi Ramadan dan Idulfitri 1437 H. Persediaan ini untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap uang kartal pada momen tersebut.

Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Rosmaya Hadi mengatakan, jumlah itu terbagi ke dalam uang pecahan besar (Rp20.000 ke atas) senilai Rp15,18 triliun dan uang pecahan kecil (Rp10.000 ke bawah) senilai Rp1,29 triliun.

Stok uang yang dialokasikan pada tahun ini secara total meningkat sebesar 14,1 persen dibandingkan alokasi 2015 yang menyediakan sebesar Rp14,44 triliun.

“Stok uang untuk Ramadan 2016 sangat mencukupi kebutuhan outflow terutama yang diproyeksikan perbankan secara total. Jumlah tersebut mencapai 153% dari proyeksi total kebutuhan,” ujar Rosmaya.

Kebutuhan uang kartal selama Ramadan dan lebaran tahun ini diperkirakan sebesar Rp10,77 triliun. Kebutuhan itu terdiri dari uang pecahan besar 9,83 triliun dan uang pecahan kecil 0,94 triliun.

Rosmaya menyadari, momen keagamaan ini identik dengan kebiasaan masyarakat yang kerap menukarkan uang baru. Untuk melayani kebutuhan masyarakat itu pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi layanan khas Ramadan.

Sama seperti tahun lalu, penukaran uang baru masyarakat bisa melakukannya ke 71 bank umum dan 21 BPR yang telah bekerja sama dengan BI. Bank tersebut berada di wilayah Bandung Raya, Sumedang, Purwakarta, Garut, Sukabumi, Sumedang, dan Cianjur. [hus]

( inilahkoran.com )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here