Efisiensi, Electronic City Bangun Gudang Sentral

100
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGORĀ – PT Electronic City Tbk akan melakukan efisiensi guna meminimalisir pembiayaan dengan membangun satu gudang yang akan dijadikan sentral gudang di Citereup, Bogor.

Direktur Keuangan Electronic City, Made Agus Dwiyanto menyatakan, gudang sentral ini dibangun di atas lahan seluas hampir 2 hektare, yakni 19.750 meter persegi.

“Kami akan lakukan penghematan di sana, itu nanti kami akan melakukan cross dockinguntuk pemenuhan stock yang ada di daerah-daerah tanpa harus menunggu terpenuhinya kapasitas container dan minimum order kepada pemerintah atau vendor dengan memusatkan barang persediaan dalam gudang yang terpusat atau gudang sentral ini,” katanya, Kamis (30/6).

Saat ini, gudang tersebut sudah dalam tahap pembangunan. Perusahaan menargetkan pembangunan akan selesai pada akhir tahun, sehingga bisa segera digunakan pada tahun 2017.

“Target kami selesai akhir Desember, jadi mudah-mudahan Maret tahun 2017 sudah bisa kami gunakan,” terang Fery.

Dengan pembagunan gudang sentral tersebut, empat gudang yang saat ini beada di Klender (Jakarta), Bogor, Cibinong, dan Curug (Tangerang) akan dipindahkan ke Citereup. Dengan begitu, perusahaan berharap biaya sewa gudang yang selama ini dilakukan bisa segera diminamilisir dengan pindah ke satu gudang sentral, di mana tanahnya dimiliki perusahaan.

“Nanti akan kami satukan, jadi lebih efisiensi, karena untuk gudang kami sewa semua jadi ini akan mengurangi biaya yang keluar,” tegasnya.

Dengan efisiensi tersebut, perusahaan mengharapkan ada pengurangan biaya yang signifikan, sehingga laba bersih yang didapat perusahaan dapat tumbuh tahun ini.

Perusahaan menargetkan pertumbuhan pendapatan lebih dari 5 persen hingga akhir tahun 2016. Meski begitu, Made menyatakan, kinerja perusahaan belum akan pulih tahun ini.

“Para asosiasi ritel menyatakan tahun ini pasar masih bisa tumbuh 5 persen, kami berusaha untuk melebihi estimasi tersebut. Tapi angka pastinya tidak bisa kami sampaikan, kami juga sedang menunggu dana repatriasi tax amnesty dan keputusan suku bunga acuan The Fed, karena dampak mata uang ke industri elektronik sangat signifikan,” katanya.

Namun, perusahaan akan memanfaatkan penjualan menjelang libur Lebaran tahun ini. Hal ini karena libur Lebaran merupakan salah satu pestanya perusahaan ritel.

Rata-rata, penjualan Electronic City meningkat 10 persen-12 persen saat libur Lebaran. Dengan begitu perusahaan akan memanfaatkan momen tersebut untuk mencapai target penjualan.

Sebagai informasi, Electronic City telah menutup empat gerai pada kuartal I-2016. Hal ini dilakukan karena gerai tersebut tidak memberikan keuntungan terhadap perusahaan.

“Nah yang kami tutup itu adalah yang tidak atau belum mencapai target kami. Artinya kami kan rugi, nah kami akan terus terus kaji setiap kuartal,” tambahnya.

Hingga saat ini, Electronic City belum memiliki rencana melakukan pembukaan gerai pada tahun ini. Namun, bukan berarti perusahaan tidak akan membangun gerai baru. Hal tersebut akan disesuaikan dengan kondisi perekonomian Indonesia.

Untuk diketahui, Electronic City mencatat penurunan laba bersih sepanjang tahun 2015 hingga 71,3 persen. Perusahaan mencatat laba bersih 2015 sebesar Rp36,8 miliar, turun dari Rp128,8 miliar pada tahun 2014.

Dari sisiĀ pendapatan, perusahaan juga mencatat penurunan sebesar 20,04 persen, dari Rp2,27 triliun pada tahun 2014 menjadi Rp1,78 triliun pada tahun 2015. (gir/gen)

( cnnindonesia.com )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here