Tempat Hiburan Malam di Jakarta Dibatasi Operasionalnya Selama Ramadan

85
0
SHARE

BHARATANEWS.ID – Pemprov DKI membatasi jam operasional tempat hiburan malam selama bulan Ramadan. Hal ini disampaikan oleh Kadis Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisbudpar) DKI Catur Liswanto.

“Dinas Pariwisata telah menerbitkan surat edaran dengan mengacu pada peraturan gubernur yang sudah mengatur tentang operasional usaha industri pada saat bulan Ramadan,” ujar Catur saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (31/5/2016).

Catur mengungkapkan ada pembatasan terhadap jam operasional untuk tempat hiburan malam. “Sama dengan tahun-tahun sebelumnya,” imbuhnya.

Berdasarkan dokumen yang diperoleh detikcom melalui Surat Edaran Nomor 19/SE/2016 tentang Waktu Penyelenggaraan Industri Pariwisata Pada Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1437 H/2016 M, Disparbudpar DKI meminta sejumlah tempat hiburan malam untuk tutup sehari sebelum bulan Ramadan, selama bulan Ramadan dan tepat pada Harii Raya Idul Fitri Tahun 1437 H.

Beberapa tempat hiburan atau pariwisata tersebut, yakni kelab malam, diskotek, mandi uap, griya pijat, permainan mesin keping jenis bola ketangkasan dan usaha bar yang berdiri sendiri serta yang terdapat pada kelab malam, diskotek, mandi uap, griya pijat juga permainan mesin keping jenis bola ketangkasan. Sementara usaha karaoke masih diizinkan untuk beroperasi.

“Usaha karaoke dan musik hidup dapat menyelenggarakan kegiatan pada Bulan Ramadan mulai pukul 20.30 WIB sampai dengan pukul 01.30 WIB,” tulis Catur dalam surat.

Sedangkan tempat hiburan bola sodok pada Bulan Ramadan, bagi yang berlokasi dalam satu ruangan dengan usaha kelab malam, diskotek, mandi uap, griya pijat, permainan mesin keping jenis bola ketangkasan dan baru harus tutup. Sementara tempat bola sodok yang berlokasi dalam satu ruangan dengan usaha karaoke dan musik hidup diperbolehkan beroperasi mulai pukul 20.30 WIB sampai dengan pukul 01.30 WIB. Sedangkan lokasi yang berlokasi tidak dalam satu ruangan dengan usaha, diperbolehkan beroperasi pada pukul 10.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB.

Penyelenggaraan usaha yang diselenggarakan di hotel berbintang, sesuai ketentuan Pasal 2 ayat (4) dan (5) Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 98 Tahun 2004 tentang Waktu Penyelenggaraan Industri Pariwisata di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Penyelenggaraan usaha pariwisata ditekankan oleh Catur, satu hari sebelum dan selama bulan Ramadan, hari pertama bulan Ramadan, malam Nuzulul Quran, satu hari sebelum Hari Raya Idul Fitri, hari pertama dan kedua Hari Raya Idul Fitri serta satu hari setelah Hari Raya Idul Fitri.

Pihaknya juga menegaskan, pelarangan memasang reklame/poster/publikasi/publikasi serta pertunjukan film dan pertunjukan lainnya yang bersifat pornografi, pornoaksi dan erotisme. Penyelenggara usaha pariwisata juga dilarang menimbulkan gangguan terhadap lingkungan, menyediakan hadiah dalam bentuk dan jenis apapun, memberikan kesempatan untuk melakukan taruhan/perjudian, peredaran serta pemakaian narkoba.

“Harus mengjormati dan menjaga suasana yang kondusif pada bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Mengharuskan setiap karyawan dan mengimbau pengunjung agar tidak berpakaian sopan (tidak seronok),” sambungnya.

Surat edaran ini ditandatangani oleh Catur pada 23 Mei 2016. Surat tersebut ditembuskan kepada Gubernur DKI Jakarta, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Kepala Kepolisian Daerah Polda Metro Jaya, Sekretaris Daerah DKI Jakarta, para Asisten Sekda Provinsi DKI Jakarta, para Wali Kota Administrasi Provinsi DKI Jakarta, Bupati Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu Provinsi DKI Jakarta, Kepala Satuan Polisi Praja Provinsi DKI Jakarta, Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi DKI Jakarta, Kepala Biro Perekonomian Provinsi DKI Jakarta, Kepala Biro Kesos Provinsi DKI Jakarta, para Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Administrasi, Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Seribu, para Kepala Kesbangpol Kabupaten Kepulauan Seribu, para Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota/Kabupaten Administrasi, para camat dan para lurah.

Sebelum ini pada 30 Oktober 2015, DPRD DKI telah mengesahkan Perda Kepariwisataan yang mengatur tentang waktu operasional tempat hiburan malam. Khusus diskotek operasionalnya menjadi pukul 20.00-02.00 WIB dini hari, sedangkan untuk akhir pekan menjadi pukul 20.00-03.00 WIB dini hari.

Selain itu DPRD juga memutuskan, penempatan lokasi penyelenggaraan usaha hiburan malam khususnya diskotek berada di kawasan komersial dan areal hotel minimal bintang empat. Kemudian lokasi tempat hiburan malam juga tidak boleh berdekatan dengan rumah ibadah, sekolah, rumah sakit dan permukiman warga. (detik.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here