Jika Narkoba Tak Dilawan, Indonesia Bisa Kehilangan Satu Generasi

45
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | JAKARTA – Amerika Serikat merupakan negara liberal yang kebebasan warganya sangat dijamin. Namun untuk soal minuman keras (miras), Negeri Paman Sam punya aturan yang sangat ketat.

“Kalau ada anak di bawah umur yang mengonsumsi miras, lalu ia menabrak, maka hukumannya sangat jelas. Bukan hanya anaknya saja yang dihukum, namun toko yang menjual miras, dan membuat anak tersebut menabrak juga harus dihukum,” ucap Ketua MPR Zulkifli Hasan, saat mengunjungi Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, Jumat (26/5/2016).

Menurut Ketua MPR, mereka yang menolak pengaturan miras harus turun ke masyarakat dan melihat dampak buruk peredaran minuman haram itu. Sama halnya dengan narkoba, miras juga sudah menimbulkan efek negatif.

“Apakah mereka tidak tahu, miras membuat banyak orang meninggal sia-sia. Miras juga sudah menyebabkan banyak kejahatan pencabulan. Karena itu harus dibatasi,” ucap Zulkifli menegaskan.

Pada saat yang sama, Zulkifli juga memaparkan bahwa kejahatan penyalahgunaan narkotika tidak boleh ditoleransi. Seluruh lapisan masyarakat harus terlibat perang terhadap penyalahgunaan narkotika.

“Mulai dari masyarakat umum, pemuka agama, generasi muda, semua harus terlibat melawan peredaran narkoba. Jika tidak segera ditindak, bisa-bisa Indonesia akan kehilangan satu generasi karena menjadi korban kejahatannya,” ucap Zulkifli menekankan.

Zulkifli Hasan berkunjung ke Rutan Pondok Bambu untuk mengikuti Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dan workshop “Ibu Cerdas Ibu Hebat Generasi Berkualitas.”

Di sana, dia menyambangi beberapa tempat, antara lain lokasi latihan dan pembuatan barang kerajinan tangan, salon, hingga tata boga. Zulkifli juga berkesempatan meninjau langsung ke sel tahanan para narapidana.

Salah satu bahaya narkoba, menurut Zulkifli, bisa dilihat di rutan Pondok Bambu. Para korban narkoba, membuat rutan Pondok Bambu kelebihan kapasitas. Sebab, setiap hari ada 120  korban narkoba dikirim ke rutan. Sedangkan, napi yang keluar hanya beberapa orang saja.

Pada kesempatan tersebut Zulkifli juga menyampaikan kekhawatirannya terkait kondisi rutan. Saat ini,  rutan Pondok Bambu kelebihan kapasitas. Pondok Bambu dihuni 941 napi dari kapasitas 619 orang. Dari jumlah tersebut, mayoritas penghuni merupakan narapidana kasus narkoba. (metrotvnews,com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here