55 Orang Tidak Waras di Bogor Diklaim Sudah Sembuh

70
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bogor Yous Sudrajat meminta pihak keluarga tidak memasung keluarganya yang terkena gangguan jiwa.

Yous berharap anggota keluarga juga tidak malu terhadap kondisi keluarganya, dan melaporkan keluarganya yang terkena gangguan jiwa ke puskesmas atau tenaga kerja kesehatan kecamatan.

“Selama ini banyak orang tidak waras dibiarkan atau dipasung. Kami minta mulai saat ini pihak keluarga melapor ke puskesmas atau tenaga kerja sosial kecamatan (TKSK) untuk selanjutnya kami berikan perawatan dan pemulihan psikologis,” ujar Yous Sudrajat, Minggu (29/05/2016).

Dia menambahkan, minggu lalu jajarannya sudah merawat atau memulihkan 55 orang tidak waras hingga dinyatakan sembuh.

“Bersama TKSK, kami berikan pendampingan kepada 55 orang tidak waras selama lebih lima bulan untuk diobati di rumah sakit. Setelah ini selama enam bulan kami akan berikan mereka keterampilan dan modal untuk bekal mereka di masa depan,” tambahnya.

Agar tidak kembali menjadi orang tidak waras, pihak keluarga pun diberikan pendampingan yang intensif.

“Ajak mereka untuk berbaur dan libatkan mereka dalam pekerjaan sehari-hari. Seperti memasak, berkebun, atau lainnya. Kami prihatin karena di luar sana, masih ada 27 orang tidak waras yang masih dipasung dan kami harap pemasungan terhadap orang tidak waras tidak lagi dilakukan,” papar Yous.

Mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ini melanjutkan, penyebab orang tidak waras karena tekanan psikologis, seperti broken home dan kemiskinan.

“Penyebab terbanyak karena stres akibat himpitan ekonomi dan psikologis. Selain itu juga ada faktor kurang gizi dan keturunan,” lanjutnya.

Untuk mendukung program pemulihan orang tidak waras ini, DPRD Kabupaten Bogor pun membuat Perda Penanggulangan Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).

“Dalam Perda PMKS ini akan ada peningkatan tindakan nyata dan juga peningkatan anggaran untuk pemulihan orang tidak waras, dan masalah sosial lainnya,” ujar Ketua Pansus Perda PMKS Habib Agil Salim Alatas. [hus/inilahkoran.com]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here