Pasar Pelita Dilelang Ulang, Pemkot Sukabumi Konsen Ubah KAK

71
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | SUKABUMI – Kerja sama yang dilakukan oleh Pemkot Sukabumi dengan pihak ketiga yakni PT AKA sebagai pengembang Pasar Pelita, kini harus dikubur. Pasalnya, meskipun proses kerja sama tersebut melewati beberapa tahapan cukup ketat, memorandum of understanding (MoU) yang sudah terlanjut terjalin sepertinya harus dihentikan karena menimbulkan polemik.

Bola panas Pasar Pelita kini menggelinding bebas. Beberapa pihak pun disebut-sebut sebagai ‘biang kerok’ masalah Pasar Pelita.

Melihat kondisi seperti saat ini, Walikota Sukabumi, M Muraz pun mengusulkan solusi yang dinilai terbaik untuk melanjutkan proses pembangunan Pasar Pelita. Yakni, kembali melakukan proses lelang ulang.

Akan tetapi, proses pelelangan tersebut sedikit terhambat oleh adanya peraturan baru dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) yang berakibat harus merubah kerangka acuan kerja (KAK) pembangunan Pasar Pelita.

“Ya harus lelang ulang. Sebelum dilakukan, kami akan memperbaiki KAK terlebih dahulu,” ungkap Muraz kepada Radar Sukabumi, jumat (27/5).

Menurut Muraz, proses lelang tersebut dapat dilaksanakan tergantung dari aturan LKPP yang baru. Pihaknya pun sekarang sedang memperbaiki KAK yang sesuai dengan ketentuan tersebut. Lantaran, proses lelang pembangunan pasar tersebut mengacu kepada aturan LKPP.

“Karena ada aturan baru dari LKPP, maka kami laksanakan ketentuan itu. Karena semua itu menjadi acuan kita,” terangnya.

Muraz berjanji, kalau KAK pasar tersebut sudah selesai, secepatnya akan melaksanakan proses lelang ulang.

Lantaran, semua itu harus dilakukan dengan cepat mengingat harapan masyarakat dan para pedagang sangat besar adanya Pasar Pelita tersebut.

“Secepatnya kami akan laksanakan. Untuk itu, masyarakat dapat mengerti. Karena, semuanya sedang diurus oleh tim,” beber Muraz.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sukabumi, Hanafie Zein mengatakan, untuk memproses lelang ulang Pasar Pelita harus menggunakan KAK pembanguan yang baru.

Lantaran, KAK Pasar Pelita yang lama sudah tidak bisa digunakan kembali sesuai dengan aturan LKPP yang baru. “Sekarang kami sedang susun itu. Karena KAK-nya sudah berbeda,” terangnya.

Menurut Hanafie, proses lelang ulang dapat dilakukan ketika proses administrasinya selesai. Seperti halnya, tim pembuat KAK yang sudah selesai bekerja. Serta, panitia lelang atau unit layanan pengadaan (ULP) sudah siap. Baru menurutnya, pelelangan dapat dilakukan.

“Aturan pelelangan yang sekarang baru. Kalau yang dulu harus dilakukan beauty contest, tapi yang sekarang lewat ULP yang mekanismenya dan aturannya berbeda lagi,” tuturnya.

Lalu, kata Hanafie, mengenai tidak berjalannya kerja sama pembangunan Pasar Pelita dengan PT AKA, pemkot sudah melakukan beberapa pembekuan aset PT AKA dari mulai perizinan serta amdal. Lantaran, menurutnya, semua itu milik Pemkot Sukabumi.

“Tapi, intinya kami tidak akan diam lah. Semua solusi pasti kita cara untuk persoalan ini,” paparnya.

Dikatakan Hanafie, beberapa perubahan yang harus dilakukan dalam dokumen KAK yakni tidak dicantumkan lagi pengembang harus membongkar Pasar Pelita karena itu sudah dilakukan. Selain itu, ada lagi beberapa hal yang memang ini menjadi keuntungan bagi pengembang.

“Jadi kalau nanti sudah terpilih, ada beberapa kegiatan yang tak perlu lagi dilakukan oleh pengembang. Mereka (pengembang) tinggal melanjutkan pembangunan saja, tanpa harus menghitung proses awal Pasar Pelita dari mulai pembongkaran sampai penyediaan tempat penampungan,” jelasnya.

(cr5/t/pojoksatu.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here