Harga Properti di Sentul Tembus Rp20 Miliar per Unit

300
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BISNIS – Para pakar properti menilai Jakarta sudah semakin padat sehingga membutuhkan pusat pertumbuhan baru di luar Jakarta. Pusat pertumbuhan baru ini harus dibuat serendah mungkin tingkat ketergantungannya dengan Jakarta agar beban Jakarta tidak semakin berat.

Prospek pengembangan Jakarta adalah ke arah selatan yakni Bogor. Kawasan ini masih memiliki cadangan lahan yang sangat besar untuk dikembangkan. Harganya pun lebih murah dibandingkan kawasan penyangga lainnya, seperti Serpong.

Perkembangan properti di Bogor memang tidak semasif kawasan penyangga lainnya, seperti Serpong ataupun Bekasi. Hal ini karena akses transportasi dan infrastruktur yang masih terus bebenah dan diperbaiki.

Hasil riset penjualan perumahan di kawasan Jabodebek – Banten pada kuartal I/2016, yang dilakukan Indonesia Property Watch (IPW), hanya wilayah Bogor sebagai wilayah satu-satunya yang mengalami kenaikan yakni sebesar 11,8%, khusus di segmen menengah naik mencapai 70,3%. Efek dari rencana pembangunan jalur LRT nampaknya sudah bisa dirasakan di kawasan ini.

Pesatnya pertumbuhan Bogor didominasi oleh berkembangnya kawasan-kawasan perumahan di Kabupaten Bogor karena posisi yang relatif lebih dekat dengan Jakarta. Perumahan skala kota (township) yang terus berkembang di Kabupaten Bogor adalah Sentul City yang dikembangkan PT Sentul City Tbk. di atas lahan seluas 3.100 hektar.

Saat ini harga lahan di kawasan perumahan Sentul City berkisar Rp7 juta hingga Rp13 juta per meter persegi. Sementara untuk lahan komersial, menyentuh angka Rp15 juta hingga Rp20 juta per meter persegi. Sedangkan harga properti Sentul City terendah Rp900 juta dan tertinggi Rp20 miliar.

”Sampai saat ini kami fokus dan terus mendorong pengembangan kawasan di selatan Jakarta karena belum banyak digarap, yakni kawasan Sentul, Bogor. Kawasan selatan Jakarta ini seperti permata yang belum digosok,” ujar Keith Steven Muljadi, Presiden Direktur PT Sentul City Tbk.

”Untuk membangun suatu kawasan mandiri yang infrastrukturnya belum mapan memang membutuhkan investasi lebih besar. Contohnya untuk membangun infrastruktur di kawasan Sentul City investasinya minimum Rp25 triliun, tetapi tentunya dalam jangka panjang,” kata Steven.

Selain terus membangun residensial, saat ini PT Sentul City Tbk. tengah mengembangkan superblok Centerra seluas 8,8 hektar dengan konsep Ultimate Integrated Lifestyle yang akan menelan investasi sebesar Rp3 triliun. (sindonews.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here