6 Pria Bangladesh Diadili di Singapura Terkait Pendanaan Terorisme

76
0
SHARE

BHARATANEWS.ID –¬†¬†Pengadilan Singapura mengadili enam pria asal Bangladesh atas dakwaan pendanaan terorisme. Pria-pria Bangladesh ini ditahan otoritas Singapura, bulan lalu, setelah dicurigai merencanakan serangan teror di negara asal mereka.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (27/5/2016), persidangan kasus ini digelar dengan pengamanan ketat, dengan tiga kendaraan lapis baja digunakan untuk membawa para tersangka ke pengadilan. Enam tersangka yang diadili pekan ini, merupakan bagian dari 8 pria Bangladesh yang ditangkap pada April lalu.

Penahanan itu didasarkan pada Internal Security Act (ISA) yang juga disebut sebagai undang-undang era kolonial Singapura. Di bawah aturan itu, para tersangka bisa ditahan dalam jangka panjang tanpa persidangan.

Dalam persidangan, melalui seorang penerjemah, lima tersangka menyatakan akan mengaku bersalah. Sedangkan tersangka keenam, Mamum Leakot (29), mengaku tidak pernah mendanai aktivitas kelompok teror apapun di Bangladesh.

“Kami hanya saling bertukar uang antara kami sendiri,” ucap Leakot di hadapan hakim soal transfer uang kepada tersangka lain.

Secara terpisah, jaksa yang menangani kasus ini menyatakan dua tersangka lainnya masih dalam penahanan dan belum akan didakwa dalam waktu dekat.

Otoritas Singapura, dalam pernyataannya, menyebut delapan pria Bangladesh ini menggelar pertemuan di taman dan beberapa area terbuka lainnya untuk berbagi video dan propaganda radikal. Mereka juga saling menyebut dirinya mereka sebagai anggota militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Bangladesh.

Penangkapan dan penahanan warga Bangladesh ini memicu sorotan bagi 150 ribu imigran Bangladesh di Singapura. Kelompok HAM setempat menyebut, mereka sebagai kelompok etnis paling terpinggirkan di Singapura, yang merupakan negara kaya. Kebanyakan warga Bangladesh yang bekerja di Singapura memiliki kemampuan minim dan biasanya bekerja di industri konstruksi. (detik.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here