Tolak Impor Bawang, Ratusan Petani Siap Protes ke Jakarta

93
0
SHARE

BHARATANEWS.ID – Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) mengancam akan menggelar protes jalanan jika pemerintah tetap mengimpor bawang merah. “Sedang kami siapkan (protes),” ujar Katua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI), Juwari, di Brebes, Jawa Tengah, Kamis 26 Mei 2016.

Juwari megatakan, asosiasi sedang konsolidasi dengan petani dari berbagai daerah, termasuk mengirim surat pemberitahuan akan menggelar unjuk rasa kepada kepolisian. “Kami sudah kirim surat pemberitahuan,” ujar dia.

Saat pemerintah membuka keran impor bawang merah pada 2012, ratusan petani juga meggelar protes. Unjuk rasa yang digelar di jalan pantura itu sempat membuat lalu lintas tersendat. Petani juga menggelar unjuk rasa di kantor Kementrian Pertanian, Jakarta. “Kami tidak ingin kejadian itu terulang lagi. Saat itu petani marah karena harga bawang terjun bebas.”

Juwari mempertanyakan keputusan pemerintah mengimpor bawang disaat pasokan yang melimpah. Dia merasa dibohongi pemerintah, karena pada Senin lalu, ABMI mengikuti pertemuan dengan sejumlah pejabat kementerian perekonomian, termasuk kementerian pertanian. Hasil pertemuan itu intinya menolak impor bawang. “Tapi, sekarang kenyataannya seperti apa, kami merasa dikadalin (dibohongi) kalau kayak begini,” kata dia.

Sekretaris ABMI, Ichwan, menambahkan asosiasi menyiapkan 10 bus untuk memberangkatkan ratusan petani ke Jakarta. Asosiasi belum menentukan kapan unjuk rasa akan digelar. “1 Juni nanti kami rapat lagi untuk menentukan waktu demo,” ujarnya kemarin. Peserta unjuk rasa, kata dia, bukan hanya dari Brebes, tapi juga dari daerah lain seperti Kendal, Cirebon, Demak, dan Tegal.

Ichwan mengatakan, keputusan pemerintah mengimpor bawang merah sebanyak 2.500 ton, bukan solusi stabilisasi harga. Menurut dia, masih banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengatur harga menjelang Ramadan dan Lebaran ini. “Salah satunya dengan mengatur distribusi bawang merah,” kata dia.

Pendapat senada juga disampaikan petani di Desa Tegalglagah, Kecamatan Bulakamba, M. Subhan. Dia berujar, tingginya harga bawang saat ini bukan karena stok yang menipis, tapi karena panjangnya rantai distribusi. “Pemerintah harus bisa memangkas rantai distribusi bawang,” kata ketua Kelompok Tani Sumber Pangan Brebes, Jawa Tengah itu.

Subhan dan petani lain siap datang ke Jakarta untuk menyuarakan nasib mereka. “Kami tak ingin harga bawang merah lokal jatuh gara-gara bawang merah impor membanjiri pasar.” (bisnis.tempo.co.)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here