ISIS Gunakan Warga Sipil sebagai Perisai Manusia

95
SHARE

BHARATANEWS.ID Juru bicara Kementerian Luar Negeri Irak, Ahmad Jamal mengatakan, ISIS menggunakan warga sipil sebagai perisai manusia dalam menghadapi serangan pemerintah dan pasukan sekutu di kota Fallujah, Irak.

Setidaknya 20.000 tentara Irak terlibat dalam kampanye pembebasan Fallujah. Kota yang terletak sekitar 42 mil sebelah barat ibukota Irak, Baghdad, adalah salah satu kota terbesar di Provinsi Anbar.

“Pada saat ini, kesulitan utama terletak pada kenyataan bahwa militan ISIS menggunakan penduduk kota sebagai tameng manusia,” kata Jamal dalam waancara dengan harian Ruisa, Izvestia, seperti dikutip dari Sputnik, Rabu (25/5/2016).

Selain itu, ISIS juga menggunakan sejumlah fasilitas sipil, termasuk sekolah, bangunan perumahan dan rumah sakit, sebagai tempat persembunyian. Namun Jamal menegaskan, tentara Irak mulai merancang rencana untuk merebut kembali Fallujah “jauh sebelum” rencana serangan yang sedang berlangsung.

“Tujuan kami adalah untuk meminimalkan kemungkinan kerugian di kalangan penduduk sipil. Fase aktif didahului oleh Angkatan Udara, dengan melakukan serangan berdasarkan informasi intelijen tentang keberadaan pemimpin ekstremis,” katanya.

Muncul laporan, ISIS mulai membunuh warga setempat, yang berusaha meninggalkan kota. Pernyataan Jamal pun menguatkan kecurigaan jika ISIS berencana menggunakan penduduk sipil sebagai perisai manusia dalam menghadapi pengepungan tentara. (Sindonews) (intelijen.co.id)