Gelembung laba dari minuman bubble

155
SHARE

waralaba atau kemitraan gerai minuman bubble tea, Give Tea dari Bekasi. Foto Dok GiveTea

BHARATANEWS.ID | BISNIS – Pelaku usaha yang menawarkan menu minuman dingin dengan tambahan aneka taburan di atasnya masih terus bermunculan. Pasarnya yang luas membuat banyak pengusaha melirik usaha ini. Salah satunya adalah minuman bubble ala Taiwan dengan merek usaha Givetea.

Atno Ibrahim, pemilik Givetea menyampaikan, usaha ini berdiri sejak tahun 2013 dan menggunakan sistem penjualan yang mengusung konsep food truck sebagai media pemasaran. Karena perkembangan usaha dan minat konsumen tinggi, Atno lantas menawarkan kemitraan pada tahun 2015. Saat ini sudah ada 16 gerai yang beroperasi, 13 gerai milik mitra di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi, serta tiga gerai lainnya milik pusat di Bekasi.

Givetea menyajikan 50 menu varian rasa, seperti pearl milk tea, chocolate milk tea, honey milk tea, peach green tea, grass jelly with fresh milk, hingga cappucino caramel.

Atno menyediakan lima paket investasi senilai Rp 27 juta, Rp 47 juta, Rp 54 juta, Rp 60 juta, dan Rp 67 juta. Untuk paket investasi senilai Rp 27 juta mitra akan mendapat bahan baku awal, perlengkapan usaha, dan pelatihan karyawan. Pada paket investasi Rp 47 juta, mitra akan mendapat 1 unit mobil yang harus dicicil pembeliannya dari hasil usaha selama 22 bulan, bahan baku awal, perlengkapan usaha dan pelatihan.

Adapun pada paket investasi Rp 54 juta, mitra akan mendapat satu unit mobil Grandmax yang harus dicicil 24 bulan, bahan baku awal, perlengkapan usaha, dan pelatihan karyawan. Pada paket investasi Rp 60 juta, fasilitas yang didapat relatif sama relatif sama dengan paket sebelumnya, hanya tahun produksi mobil yang lebih baru.

Terakhir, paket investasi senilai Rp 67 juta, mitra akan mendapat satu unit mobil Granmax tahun 2014 dengan cicilan sebesar Rp 3,2 juta selama 18 bulan, bahan baku awal 1.000 gelas, perlengkapan usaha dan pelatihan karyawan.

Bahan baku dari pusat

Tidak ada biaya royalti dan jangka waktu kerjasama. Mitra hanya membeli bahan baku minuman ke pusat. “Kelebihan Givetea terletak pada sistem gerai food truck,” ujar Atno.

Harga jual berkisar antara Rp 15.000 hingga Rp 18.000 per gelas. Dari gerai yang sudah beroperasi, rata-rata penjualan 50 gelas per hari. Sehingga, omzet yang didapat sekitar Rp 21 juta per bulan.

Setelah dikurangi biaya operasional, laba bersih sekitar 35% dari omzet per bulan. Darisitu balik modal sekitar setahun. Lokasi usaha disarankan dekat perumahan, tempat wisata atau halaman parkir mall.

Menurut Konsultan Waralaba dari College Entrepreneur, Khoerrusalim Ikhsan, peluang kemitraan minuman dingin khususnya di perkotaan masih menarik. Tapi dengan sistem food truck harus ada yang diperhatikan.

Seperti target penjualan yang harus cukup besar agar mitra mendapatkan omzet yang cukup dan balik modal sesuai target. Selain itu, analisa bisnis dan sistem juga harus siap. (kontan.co.id)