Bicara Dampak Reklamasi Jakarta, Deddy Menangis

86
0
SHARE
BHARATANEWS.ID – Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menguraikan air mata saat membicarakan mengenai parahnya kerusakan lingkungan, khususnya yang saat ini marak terjadi di Jawa Barat dan daerah lainnya.
Uraian air mata Deddy ini mengalir saat dirinya menyampaikan hal yang berkaitan dengan reklamasi Jakarta, yang sebagian besar material yang digunakan untuk membangun pulau buatan di Jakarta Utara tersebut berasal dari daerah di Bogor Barat.
Sebuah peradaban, kata Deddy, tidak bisa dibangun di atas sebuah kemaksiatan dan mengorbankan kepentingan masyarakat lain serta lingkungan yang ada. Untuk itu, pembangunan yang dilakukan jangan memindahkan bencana dan kemiskinan dari tempat yang satu ke tempat lainnya.
“Janganlah membangun Jakarta dengan cara memindahkan bencana ke daerah lain, janganlah membangun Jakarta dengan cara memindahkan kemiskinan ke daerah lain. Saat ini reklamasi Jakarta, sebagian besar atau 80 persen eksploitasi batu, pasir, dan segala macam itu dari Bogor Barat,” kata Deddy dalam acara “Ngariung untuk Citarum-Walhi” di Bandung, Sabtu (21/5/2016).
Deddy menjelaskan, kondisi jalanan di sana hancur dengan pungli yang mencapai Rp240 juta sehari untuk delapan pihak. Jika dijumlahkan untuk setahun, jumlah punglinya mencapai Rp80,4 miliar.
“Bogor Barat seolah-olah tidak memiliki penegak hukum. Jadi sebuah peradaban yang dibangun atas dasar kemaksiatan menurut saya,” ungkap Deddy.
Sebagai orang nomor dua di Jabar, Deddy bertekad akan melawan terus hingga akhir hayatnya, meskipun pada akhirnya dia belum tentu akan menang. Sebab, di matanya penggerusan daerah Bogor Barat untuk pembangunan 17 pulau reklamasi di Jakarta Utara adalah bentuk kedzaliman besar.
“Walaupun udah tak jadi Wakil Gubernur lagi, tak penting ya. Ini komitmen saya. Saya kadang marah tapi saya juga sedih,” ucap Deddy sambil berurai air mata.
Deddy pun mengungkapkan, Pemprov Jawa Barat hingga saat ini terus berkomitmen untuk memperbaiki Sungai Citarum. Ada 130 Komunitas Eco Village dari 170 desa yang ada di bantaran Sungai Citarum yang ikut dilibatkan dalam membenahi sungai tersebut. Selain itu, ada 15 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terlibat untuk merevitalisasi Citarum.
Deddy juga mengatakan, pendidikan lingkungan penting dilakukan dalam memberikan wawasan lingkungan kepada anak-anak usia sekolah, sehingga ke depannya akan tercipta sebuah generasi yang sadar lingkungan.
“Jadi tidak ada yang tidak mungkin untuk kita bisa benahi kalau kita bersama-sama dan konsisten. Saya selalu katakan, alam yang rusak oleh manusia pasti bisa dibenahi oleh manusia sendiri selama manusia yang membenahinya kualitasnya lebih tinggi dari manusia yang merusaknya. Saya yakin manusia-manusia yang ada di sini lebih tinggi kualitasnya daripada manusia yang merusak lingkungannya,” pungkas Deddy. [hus]. (inilahkoran.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here