Menteri Yuddy Setuju Polda Kalbar dan Sulut Dipimpin Irjen

122
SHARE

BHARATANEWS.ID – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN dan RB) menyetujui peningkatan status dua Polda tipe B menjadi Polda tipe A yakni Polda Kalbar dan Sulut. Hal ini tercantum dalam surat bernomor B/174/M.PANRB/5/2016 tertanggal 17 Mei 2016 yang ditandatangani Menteri PAN dan RB Yuddy Chrisnandi yang salinannya diterimaBeritasatu.com Jumat (20/5).

Dalam surat itu, Yuddy menulis, dua polda itu disetujui ditingkatkan statusnya dengan pertimbangan keduanya berada di perbatasan negara kesatuan republik Indonesia (NKRI) yang membutuhkan pengamanan khusus dan optimal. “Sedangkan usulan meningkatkan status Polda Riau dan Polda Lampung masih perlu dilakukan pemantapan kembali,” tulis surat berjudul “Penguatan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Polri” itu.

Dengan persetujuan naik menjadi Polda tipe A, maka kedua polda akan segera dipimpin seorang jenderal bintang dua atau Irjen. Saat ini, polda itu masih berstatus tipe B dan dipimpin seorang Brigjen, yaitu Brigjen Arief Sulistyanto sebagai kapolda Kalbar dan Brigjen Wilmar Marpaung mengomandani Polda Sulut. Di Kalbar, Arief, yang merupakan mantan Direktur Pidana Khusus Bareskrim itu, menonjol dengan gebrakan memberantas penyelundup di perbatasan Indonesia-Malaysia dan membersihkan internal.

Sebelumnya, Kadiv Humas Polri Brigjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri Rabu (18/5), mengakui pihaknya memang mengusulkan sejumlah polda untuk ditingkatkan statusnya menjadi Polda tipe A. “Sedang dalam pengkajian, pembelajaran atau semacam analisa dan evaluasi beban tugas yang melibatkan kementerian terkait dalam hal ini Kementerian PAN dan RB,” kata Boy saat itu.

Menurut Boy, pengusulan kenaikan tipe polda dengan berbagai pertimbangan. Misalnya, dampak perkembangan aspek demografi, sosial budaya, sosial ekonomi, dan tingkat kerawanan. “Hasil penelaahan di aspek itu dibandingkan dengan kondisi di masa lalu maka terlihat trend perkembangan beban kerja yang semakin meningkat. Apabila tidak dilakukan perubahan, maka tidak imbang antara tantangan tugas dengan kondisi sumber daya,” urainya.

Kalbar misalnya, yang berbatasan darat dengan Malaysia, memiliki perairan yang rawan penyelundupan. Apalagi Kaltim, yang juga berbatasan darat dengan Malaysia, juga sudah menjadi polda tipe A. Lampung dipandang layak menjadi tipe A karena merupakan pintu terakhir Sumatera ke Pulau Jawa dan sebaliknya. Di sana rawan penyelundupan narkoba.

“Sedangkan Sulut berbatasan laut dengan Filipina, juga ada laut Pasifik. Rawan masalah terorisme karena di sana, di Filipina Selatan, adalah kantong kekuatan teror di ASEAN. Kita juga mengusulkan pembentukan polda baru yaitu Polda Kaltara,” sambungnya kala itu. (beritasatu.com)